Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Satu Ekor Jutaan Rupiah, Ramai di Bulan Tertentu

Rojiful Mamduh • Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:35 WIB
Satu Ekor Jutaan Rupiah, Ramai di Bulan Tertentu
Satu Ekor Jutaan Rupiah, Ramai di Bulan Tertentu


Sejak lima tahun terakhir M Syfa salah satu warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek beternak ayam putih mulus. Ayam ini ramai di bulan-bulan tertentu karena fungsi dan kegunaannya. Seperti apa?




AINUL HAFIDZ, Diwek




DARI kejauhan bunyi ayam jago berkokok terdengar jelas di jalan lingkungan Dusun Sugihwaras. Suara itu kemudian saling bersahutan. Tak beselang lama, laki-laki berkaos kerah warna hijau keluar dari rumah. Sembari menenteng ember berisi dedak di tangan kanannya.



Ember itu kemudian diletakkan di tanah. Secepat kilat tangan kirinya menyalakan kran. Dedak yang sudah terisi sedikit air itu lantas diaduk. Adonan ditaruh wadah. Ya, aktivitas itu dijalaninya setiap hari. Di rumahnya ada ratusan ayam putih. ”Ini ayam putih mulus,” katanya mengawali perbincangan dengan koran ini.



Dia mengaku sudah lima tahun terakhir beternak ayam putih mulus. Berbeda dengan ayam pada umumnya. Ayam miliknya, mulai dari warna bulu, kaki hingga paruh semua berwarna putih. ”Sebenarnya ayam putih itu banyak jenisnya, ada putih mulus biasa, paruh dan kakinya putih tapi di sekitar bola mata kuning, ada juga merah,” imbuh Syfa.



Ayam miliknya semua berwarna putih. Kecuali jengger dan bola mata yang terlihat berbeda. ”Kalau ini putih mulus tembus. Mata, paruh, kaki dan sekitar bola matanya putih semua,” sambung dia sambil menunjukkan beberapa ekor ayam.



Ratusan ekor ayam putih mulus yang diternak Syfa didominasi betina. Maklum, menurut dia yang paling banyak dicari selama ini ayam jago atau pejantan. ”Betinannya ini 100 ekor lebih,” ujar Syfa.



Menurutnya, beternak ayam putih tak ada perbedaan dengan ayam kampung pada umumnya. Mulai perawatan hingga pakan juga nyaris sama. ”Kalau baru netas dikasih pur, setelah besar saya kasih dedak,” tutur dia.



Saking banyaknya, rumah milik Syfa menyatu dengan kandang ayam. Halaman depan misalnya, dijadikan tempat ayam siap jual serta beberapa yang akan dikawinkan. Sementara di samping rumah, terdapat kandang bambu bertingkat yang dikhususkan untuk ayam pejantan. Ayam ini berusia lebih dari tujuh bulan.



”Ternaknya sama seperti ayam biasa. Waktu bertelur kita ambil telurnya, soalnya pakai mesin penetas. Begitu netas, anakannya disendirikan. Sehingga perlu tempat berbeda,” ungkap dia.



Di bagian dapur rumah, ia gunakan sebagai tempat menghasilkan anakan ayam. Maklum, di loasi itu terdapat tiga kotak mesin penetas. Telur yang sudah siap, dipindah ke mesin penetas. ”Tinggal menunggu waktu netas. Setelah itu anakannya dipindah ke bawah, ditaruh di kardus,” tuturnya.



Ia menyebut, ide beternak ayam putih mulus tercetus setelah dirinya membeli sepasang ayam putih mulus lima tahun lalu. ”Waktu itu jago satu, betina dua. Lalu saya beli lagi milik teman empat ekor,” beber dia.



Dua tahun kemudian, ayam putih yang dibelinya berkembang pesat. Jumlahnya mencapai puluhan ekor. Terlebih setelah menggunakan mesin penetas. Jumlah ayam miliknya terus bertambah dan sekarang menjadi ratusan ekor. ”Yang paling banyak dicari ayam pejantan atau jago,” lanjutnya.



Untuk penjualan ayam putih mulus ini sementara masih terbatas. Meski sudah memanfaatkan media sosial, Syfa belum bisa mengirim hingga luar kota. ”Pernah dulu sampai Malang, Sidoarjo, Lamongan dan Solo. Tapi lewat teman. Sekarang kalau ada yang beli lebih banyak datang ke rumah,” sebut dia.



Ayam putih mulis memang paling ramai pada moment dan bulan-bulan tertentu. Biasanya pada hitungan bulan Jawa. ”Biasanya Selo, Syafar, Besar dan Suro. Sekarang ada juga yang beli, tapi tidak seperti di bulan-bulan itu,” paparnya.


Harga yang ditawarkan juga mengikuti usia ayam. Khususnya untuk pejantan. ”Kalau ayam jago usia sembilan bulan, berkisar antara Rp 500-600 ribu. Kalau jalu ayam sudah panjang lebih mahal bisa sampai Rp 1 juta per ekor. Sementara ayam babon Rp 250 ribu,” pungkas Syfa.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang