Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sendang Made Kudu Jombang, Wisata Alam yang Kental Sejarah

Rojiful Mamduh • Jumat, 8 Oktober 2021 | 16:25 WIB
Sendang Made Kudu Jombang, Wisata Alam yang Kental Sejarah
Sendang Made Kudu Jombang, Wisata Alam yang Kental Sejarah


Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Jombang yakni, Sendang Made. Selain jadi jujukan wisatawan, oleh sebagian orang Sendang Made dipercaya sebagai tempat keramat. Konon menjadi tempat persembunyian Raja Airlangga. Ritual kumkum (berendam) di Sendang Made dipercaya bisa melancarkan pekerjaan.




Siti Maisaroh, Kudu




ASRI nan rindang, dua kata yang mewakili suasana sebuah tempat bernama Sendang Made. Tempat wisata yang berada di wilayah utara Sungai Brantas, tepatnya di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Selain jadi jujukan wisatawan, beberapa warga meyakini Sendang Made memiliki tuah. Sehingga mereka melakukan ritual mandi di sendang. ”Ada yang ritual “kumkum” di sini. Biasanya dilakukan oleh sinden katanya agar diberi kelancaran dalam bekerja,” terang Supono juru kunci Sendang Made.



Hawa sejuk menyelimuti tiap tempat di sendang ini. Ditambah dengan pemandangan pemandian yang masih asri. Sesekali sejumlah ikan hias muncul ke permukaan. Pohon besar yang ditaksir sudah berusia puluhan tahun menyejukkan mata pengunjung sendang. Tak heran jika pengunjung betah berlama-lama di sendang.



Supono menerangkan, Sendang Made kental nilai sejarah. Konon di sendang ini dulunya menjadi tempat Raja Airlangga bertapa. Terdapat sejumlah petilasan yang terus dia rawat. ”Yang di sana itu petilisana Raja Airlangga dan istrinya,” terang Supono sambil menunjukkan arah petilasan.



Sendang Made sudah lama dibuka untuk wisatawan. Mulai dari warga sekitar, hingga dari luar kota berdatangan dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang hanya berkunjung untuk liburan, berziarah, bahkan melakukan ritual.



Seperti tradisi “kumkum” yang biasanya dilakukan oleh sinden agar diberi kelancaran dalam bekerja. Beberapa kalangan masyarakat juga percaya bahwa mandi di sendang ini memuluskan urusan. ”Misal punya keinginan mau jadi apa, biar lancar ritual mandi di sendang. Biasanya pas hari-hari tertentu,” bebernya.



Pandemi Covid-19 sempat membuat tempat ini sepi. Berbeda ketika kondisi normal, hampir setiap hari tempat wisata ini didatangi pengunjung terutama di hari libur. Mereka dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Seiring persebaran Covid-19 mereda, saat ini pengunjung kembali sudah mulai berdatangan lagi.



Pengelola Sendang Made juga menyediakan tempat cuci tangan bagi pengunjung. Termasuk memasang banner imbauan agar pengunjung disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Seperti mengenakan masker, menjaga jarak.



Umumnya pengunjung mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 ke atas. Di areal Sendang Made, terdapat banyak pohon besar yang rindang. Sehingga cocok untuk tempat istirahat, atau tempat bersantai bersama keluarga, terutama di siang hari. ”Masuk ke sini nggak bayar, gratis. Cuma ada biaya parkir Rp 5.000,” ucap Salma, salah satu pengunjung wisata ini.



Ia juga menambahkan, sudah sering datang ke tempat ini, tapi tidak bosan. Terkadang ia datang bersama teman-teman sekolah, termasuk dengan keluarga saat liburan. ”Sejuk, suasananya tenang dan nyaman. Jadi betah di sini,” terangnya.



Untuk makan dan minum, pengunjung tidak perlu bingung. Sebab, di areal Sendang Made juga terdapat warung yang siap melayani pengunjung yang datang ke sendang. Selain itu, ada fasilitas musala, toilet juga ada pendapa.


Sayangnya, ada beberapa tempat terlihat kurang terawat. Seperti banyaknya dedaunan di yang masuk ke kolam, sehingga menutupi kejernihan air. Terdapat juga beberapa bangunan yang sudah mulai luntur catnya. Walaupun dengan suasana yang demikian, tidak membuat tempat ini sepi pengunjung untuk setiap harinya. ”Di sini sudah ada yang ngelola, ya warga sekitar sini. Saya dibantu pak Badri dan pak Bondan. Setiap hari bersih-bersih,” ucap sambung Supono. Akses menuju lokasi ini bisa dibilang mudah, karena sudah ada diGoogle Maps. Jalanan menuju sendang ini juga sudah apik, sehingga aman dan nyaman untuk dilalui.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang