SEMENTARA itu, komoditas salak menjadi salah satu motor penggerak perekonomian warga. Kondisi alam yang subur menjadikan tanaman salak di wilayah Wonosalam sangat produktif. Bahkan, Dinas Pertanian Jombang mencatat, per hektare lahan salak bisa menghasilkan panen hingga mencapai puluhan ton per tahun.
Plt Kepala Dinas Pertanian Ilham Hero Koentjoro menyampaikan, buah salak menjadi salah satu produk unggulan Wonosalam setelah durian. Tercatat ada sekitar 50 hektare kebun salak yang tersebar di sejumlah desa. ”Dari jumlah itu, setahun hasilnya sekitar 27.000 kg per hektare,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurut dia, kebun salak pemetaannya menyebar di semua desa yang ada di Kecamatan Wonosalam. ”Kondisinya menyebar di semua desa, misalnya Desa Wonosalam maupun Carangwulung dan desa-desa lainnya,” tambahnya.
Disinggung upaya pemerintah dalam membina petani salak, Ilham mengaku semua kegiatan pembinaan sudah dilakukan secara berkala. Misalnya, kegiatan sekolah lapang good agriculturalpractices di Desa Galengdowo. Juga bantuan bibit untuk Gapoktan Galengdowo dan lain-lain. ”Kita juga memberikan bantuan bibit salak sekitar 1.000 batang di Poktan Pengajaran, Galengdowo. Serta di tahun 2019 ada kegiatan Desa Pertanian Organik (DPO) Salak di Poktan Dusun Tukum, Desa Wonosalam dari anggaran Pemprov Jatim,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh