Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Polemik Dampak Limbah Pabrik GRC Board Kabuh Jombang

M Nasikhuddin • Rabu, 22 September 2021 | 16:25 WIB
Polemik Dampak Limbah Pabrik GRC Board Kabuh Jombang
Polemik Dampak Limbah Pabrik GRC Board Kabuh Jombang


JOMBANG – Dua tahun ini, sawah yang berada di area pabrik PT Bangun Pertama Adhitamasentra “GRC Board” Kabuh,  tak bisa ditanami. Hal ini mengakibatkan petani mengalami  kerugian hingga puluhan juta rupiah.



”Sampai sekarang sawah petani tidak bisa ditanami, karena saat hujan sawah langsung tergenang sehingga tanaman menjadi rusak,” ujar Cucuk Wahyu Rianto salah satu perwakilan warga.



Dia menyebut, ada sekitar satu hektare lebih sawah warga yang terdampak pembangunan pabrik tersebut. ”Sawah itu milik enam orang yang tidak bisa ditanami,” tegasnya.



Dia menyebut, selama dua tahun ini, pemilik sawah sudah menghitung kerugian yang dialami lantaran tidak bisa bercocok tanam. ”Kerugiannya selama dua tahun ini kurang lebih Rp 250 juta. Karena dalam satu tahun bisa menanam tiga kali,” terang dia.



Pihaknya sangat menyayangkan pihak pabrik sampai sekarang belum merespons apapun. Terutama terkait ganti rugi sawah  warga yang terdampak. ”Ya, belum ada ganti rugi sampai sekarang. Kalau tidak ada kejelasan sampai minggu depan kami akan laporkan ke APH,” tegasnya.



Sementara itu, Eko Susilo Manager HRD PT Bangun Pertama Adhitamasentra GRC Board Kabuh, saat dikonfirmasi masih melakukan negosisasi dengan warga. Sampai sekarang, belum ada titik temu terkait tuntutan warga. "Kami masih melakukan negosiasi dengan warga desa," kata dia.



Ia menyebut, terkait tuntutan warga mulai dari ganti rugi sawah terdampak dan lain sebagainya belum selesai. "Ya,  belum ada titik temu," katanya lagi. Saat ditanya kendala yang mengakibatkan tuntutan warga belum terealisasi, Eko belum bisa memberi keterangan.


"Kami juga berharap bisa menyelesaikan secepatnya," tegas dia. Begitu juga saat ditanya rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Eko menyebut masih dalam tahap penyelesaian. "Saat ini masih penyelesaian," pungkasnya.


Editor : M Nasikhuddin
#berita jombang