SUSU kambing perah kini menjadi potensi andalan. Hampir semua warga Dusun Sumberarum, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang misalnya membudidayakan kambing peranakan etawa (PE). Beberapa diantaranya, bahkan sudah mandiri dengan mengolah susu kambing perah berbagai kemasan.
Salah satunya dilakukan Sumiran, 51. Sejak 2012 mengolah susu kambing perah, ada ratusan liter susu yang dikirim setiap pekannya. ”Sejak 2012 fokus ternak kambing perah, kini Alhamdulillah sudah konsisten melayani lima pasar tetap baik di Jombang maupun Mojokerto,’’ ujar Sumiran, 51, salah seorang warga yang mengolah susu kamping perah sejak 2012 lalu.
Dulunya, sebelum ternak kambing perah, Sumiran bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Namun setelah fokus ternak kambing, kini ekonominya mulai stabil. Setiap hari, tak kurang dari 10 liter susu seger dihasilkan kambingnya. ”Ada 16 ekor kambing di kandang. Satu ekor bisa menghasilkan maksimal 1,5 liter susu,’’ tambahnya.
Untuk memerah kambingnya, Sumiran tetap menggunakan cara tradisional. Namun, untuk menjaga kemurniaan susu, ia selalu menjaga kebersihan dengan cara mencuci dengan air hangat bagian susu kambing sebelum diperah. ”Pemerahan sendiri ada jadwal, maksimal dua kali sehari yakni pagi pukul 06.00 dan sore pukul 17.00,’’ terang dia.
Dalam hal perawatan, dia menyebut tidak ada cara khusus. Asalkan kandang bersih dan kambing dimandikan satu minggu sekali. Agar nutrisi kambing tercukupi ia memberikan campuran pakan hijau-hijauan serta polar gandum. ”Polar gandung kita campur dengan tepung jagung dan tepung kacang hijau, serta rendeng kangkung untuk nutrisi kambing,’’ terangnya lagi.
Makanan itu diberi dua kali sehari. Yakni, pagi untuk campuran konsentrat dan sore khusus untuk hijau-hijauan. Adapun perbandingan makanan, yakni 2,5 persen dari setengah badan untuk pakan kering dan 10 persen dari berat badan untuk pakan basah hijau-hijauan. ”Sehingga hasil susu lebih maksimal,’’ jelas dia.
Setiap minggu, Sumiran bisa mengirim ratusan liter susu ke beberapa pelanggan tetap, baik di wilayah Jombang maupun Mojokerto. Tentu, dengan harga terjangkau Rp 12.500 per setengah liter. ”Memang potensi susu kambing ini cukup bagus. Karena hampir 90 persen warga Dusun Sumberarum punya kambing di rumah. Namun, belum semuanya mandiri mengelola susu kambing,’’ pungkasnya. (ang/bin)
Editor : Rojiful Mamduh