JOMBANG – Desa Betek Kecamatan Mojoagung kini punya ikon baru. Ini setelah Yayasan Nahdlatul Ulama Al Imron meresmikan miniatur Kakbah Minggu (12/9), kemarin. Peresmian dilakukan Sekdakab Akhmad Jazuli, mewakili Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.
Jazuli datang bersama Kabag Kesra M Bisri, Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo, Kepala BKD-PP Senen dan Kepala Bakesbangpol Anwar.
Tujuan didirikannya miniatur Kakbah adalah sebagai sarana penunjang pendidikan dan syiar agama Islam. ’’Kita ingin membuat sesuatu yang bermanfaat kepada anak-anak kita. Agar punya anak yang khusnul khatimah,’’ kata Ketua Yayasan NU Al Imron, H Abdul Munir Shidiq, didampingi Pembina Yayasan, H Ach Su’udi Yatmo.
Miniatur Kakbah tersebut nantinya dapat digunakan semua lembaga pendidikan. Khususnya sekolah yang dalam pembelajarannya menerapkan materi ibadah haji. ’’KB, TK, SD/MI, SMP/MTs, semua boleh kesini. Ini adalah sarana atau fasilitas untuk menyempurnakan pembelajaran dengan cara dipraktikkan,’’ paparnya.
Sekdakab Akhmad Jazuli mengapresiasi positif hal diatas. ’’Miniatur Kakbah ini sangat penting, biar hati kita selalu ingat Makkah. Kalau ingat Makkah, hati kita akan selalu islami dan tidak terlalu memikirkan urusan duniawi saja,’’ ungkapnya.
Dia berharap, miniatur Kakbah tidak sekedar menjadi simbol. Namun juga manfaat untuk manasik haji, pembelajaran anak sekaligus pendidikan kegiatan islami.
Jazuli juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Mundjidah Wahab berhalangan hadir. ’’Bupati sangat ingin hadir namun karena urusan yang tidak bisa diwakilkan maka bupati meminta saya untuk mewakili,’’ ucapnya.
Editor : Rojiful Mamduh