Hobi memelihara ular mulai marak. Seperti dilakukan, Alfian Rudianto, warga Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang mengkoleksi beberapa jenis ular sanca di rumahnya. Termasuk, jenis sanca yang paling unik, ball phyton asal Afrika.
Selain jinak, ular asal Afrika ini juga digemari karena coraknya yang unik. Pecinta reptil rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk membeli bayi ball phyton.
’’Saya suka dengan jenis ball phyton karena coraknya cantik, juga hewannya jinak,’’ ujar Alfian, kemarin.
Corak ball phyton unik karena ada yang mirip laba-laba, api hingga corak bulat dengan warna kuning keemasan. ’’Saya sudah dua tahun ini memulai mengkoleksi ular phyton,’’ tambahnya.
Saat ini, sudah ada 11 ular ball python yang dipelihara Alfian. ’’Saya dulu beli saat masih bayi. Kalau beli seukuran saat ini tentu tidak mampu,’’ terangnya.
Ular semacam itu memang mahal. Satu bayi ball python dijual mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Tergantung morf atau corak pada tubuh ular. Corak laba-laba, api dan normal tanpa corak, harganya dikisaran Rp 2 juta. ’’Jenis yang langka bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta,’’ jelas bapak tiga anak ini.
Alfian membeli bayi sanca dari pasar online. Mulai dari Malang, Jakarta, Jogjakarta, Bali dan daerah lainnya. ’’Di Jombang belum ada. Kayaknya masih jarang yang punya,’’ ungkapnya.
Dinamakan ball python atau sanca bola karena ular jenis ini tidak bisa tumbuh besar layaknya sanca lokal Indonesia. Ular ini akan melingkar mirip bola saat merasa terancam. ’’Ular ini sangat jinak, tidak mau mematuk atau menggigit manusia,’’ tuturnya. Bahkan dipegang pun tidak nyatek.
Editor : Rojiful Mamduh