Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Suasana Karnaval Tempo Dulu di Jombang Bagian Utara Brantas

M Nasikhuddin • Senin, 16 Agustus 2021 | 00:24 WIB
Suasana Karnaval Tempo Dulu di Jombang Bagian Utara Brantas
Suasana Karnaval Tempo Dulu di Jombang Bagian Utara Brantas


JOMBANG - Peringatan HUT proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia juga dirayakan masyarakat utara Brantas sejak dahulu. Seperti terlihat dari beberapa foto lawas tahun 1980 ini, menggambarkan suasana yang klasik dan memorable.


Empat koleksi foto pribadi milik Teguh Pambudi, menggambarkan bagaimana suasana karnaval tahun 1980-an yang berlangsung di sepanjang jalur provinsi Kecamatan Ploso. “Jadi foto itu diambil sekitar tahun 1986 – 1989-an,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.


Teguh menjelaskan, di Kecamatan Ploso, karnaval biasanya dilakukan setiap Agustus untuk merayakan HUT proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Karnaval ini, diikuti ribuan peserta dari berbagai macam kalangan, mulai anak-anak TK, siswa sekolah hingga peserta umum. “Yang paling ikonik dari karnaval di Ploso jaman dulu itu adalah rombongan pertama, biasanya dibuka pakai atraksi reog,” lanjutnya.


Dalam foto pertama, terlihat rombongan anak-anak TK tengah berjalan didampingi guru dan para orang tuanya. Rombongan anak TK ini, terlihat mengenakan aneka kostum yang mencolok. “Kalau anak-anak TK itu biasanya ya mulai kostum adat hingga kostum profesi, mulai tentara, guru dokter dan macam-macam lainnya,” lanjutnya.


Teguh juga menunjukkan dua anak tengah mengenakan baju adat Padang dan Jawa sedang berpose sebelum mengikuti karnaval.


Dia menceritakan, dalam foto tersebut, tampak jalan raya Ploso masih terlihat cukup sempit jika dibandingkan dengan sekarang. Suasana lalu lintas juga terlihat digunakan separonya. Kendati demikian tak terlihat antrean panjang kendaraan. “Kendaraan kan waktu itu belum seramai sekarang ya mas, jadi masih aman tidak sampai macet panjang meskipun jalan ditutup separo,” imbuhnya.


Sementara di foto ketiga, terlihat antusiasme warga yang menunggu di pinggir jalan untuk melihat rombongan karnaval datang dan melintas. Teguh menjelaskan, di tahun-tahun itu, karnaval di Ploso, biasanya dimulai dari lapangan Bawangan. Rombongan kemudian menuju ke arah selatan sampai Pasar Ploso dan berbelok ke arah timur. “Nanti putar lagi sampai balik ke kantor kawedanan, yang lokasinya jadi Pasar Ploso sekarang itu,” tambahnya.


Sementara foto terakhir, ia menunjukkan bagaimana antusiasme karnaval kala itu dilakukan. Semua peserta karnaval, memang hanya berjalan kaki dengan kostum yang tak neko-neko selain kostum adat dan kostum profesi. “Tidak ada mobil juga dalam rombongan, semua jalan kaki, makanya dalam foto itu karnavalnya sampai malam juga, karena mulainya biasanya jam 14.00,” katanya.


Teguh menyebutkan, karnaval di Kecamatan Ploso terakhir diadakan 2019 sebelum ditiadakan karena pandemi Covid-19. Saat itu, peserta karnaval juga masih beragam, mulai anak sekolahan hingga peserta umum. Namun yang paling mencolok menurut Teguh, adalah pola pakaian mereka. “Kalau dulu kan tema sudah jelas, semua berjajar rapi, kalau sekarang sudah macam-macam pakaiannya, ada yang motifnya besar-besar, ada juga yang aneh-aneh sampai ada kendaraan juga yang terlibat,” papar dia.


Selain itu, perbedaan lain juga terlihat dari rute jalan yang digunakan. Pada karnaval terakhir, porsi jalan provinsi tidak lagi sepenuhnya digunakan seperti dulu “Rutenya juga tidak sepenuhnya melintasi jalan provinsi ini seperti dulu, banyak juga jalan desa di dalam yang dilintasi,” pungkasnya.


Editor : M Nasikhuddin
#berita jombang