Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Jaringan Gas Bumi di Jombang Kota Juga Dikeluhkan

M Nasikhuddin • Jumat, 13 Agustus 2021 | 17:30 WIB
Proyek Jaringan Gas Bumi di Jombang Kota Juga Dikeluhkan
Proyek Jaringan Gas Bumi di Jombang Kota Juga Dikeluhkan


JOMBANG – Protes terkait proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang dikerjakan PT HK (Hutama Karya) juga ditemukan di wilayah Jombang Kota. Selain pengerjaan yang dinilai amburadul, pemerintah desa bahkan menghentikan aktivitas pekerja lantaran dinilai sangat mengganggu kenyamanan warga termasuk pengguna jalan.



Erwin Pribadi, Kades Kepatihan mengaku dibuat pusing dengan ulah para pekerja proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di wilayahnya. Itu setelah aktivitas para pekerja yang dinilai serampangan. ”Saya tahu ini proyek strategis nasional, ini memang sudah disosialisasikan. Kami juga pasti mendukung. Tapi kalau implementasi di lapangan seenaknya sendiri seperti ini, saya pasti melawan,” lontarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.



Ia mencontohkan bagaimana yang disebutnya seenaknya sendiri itu. Menurutnya, sejumlah pekerja ini bekerja dengan tak mengindahkan lingkungan juga waktu, termasuk etika.



Selain itu, para pekerja di lapangan juga disebutnya bekerja jauh dari protokol kesehatan yang sedang digencarkan pemerintah. ”Seperti saat azan Maghrib, masih terus kerja dengan suara sangat keras. Bahkan kemarin sempat saya hentikan karena membongkar aspal dengan mesin di depan rumah warga yang sedang sakit, pukul 20.30, ini kan tidak etis,” lanjutnya.



Erwin juga menyebut, hampir seluruh ruas jalan di desanya terdampak proyek ini. Tak terkecuali di sejumlah gang kecil.  



Saat penggalian, sejumlah paving diangkat, namun usai penggalian berlangsung, lubang hanya diuruk tanah tanpa mau mengembalikan paving yang dicabut.



Yang paling parah, disebutnya adalah sejumlah galian yang berada di sepanjang Jl RE Martadinata. Di sepanjang jalan ini, galian yang tak diselesaikan kerap kali memicu kemacetan. ”RE Martadinata itu tanpa galian sudah macet, sekarang digali dan tidak kunjung dikembalikan dengan alasan teknis macam-macam, kan makin menganggu,” tambah Erwin.



Bahkan, bahayanya lubang itu sudah sempat membuat beberapa kejadian warga yang terjebak di lubang galian. ”Sudah ada dua warga saya yang kecemplung di lubang itu, apalagi kalau malam kan lampu PJUnya dimatikan. Saya tidak mau tahu teknis, tapi mbok yang ngerti sama lingkungan, kerja ya kerja tapi yang baik,” tandas Erwin.



Keluhan juga datang dari Kepala Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Selain mengeluhkan pelaksanaan pengerjaan di lapangan, juga pola komunikasi yang dilakukan pelaksana proyek.



Seperti yang terlihat pada galian pipa gas di pinggir jalan Brigjend Kretarto, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang kemarin. Belasan titik galian di sepanjang jalan mulai simpang empat Sambongdukuh hingga depan Balai Desa Sambongdukuh terlihat amburadul.



Galian terlihat dibiarkan dengan selang menjuntai ke atas. Kendati demikian, tak terlihat pekerja di lokasi. ”Itu sudah hampir seminggu ini memang, setelah dikeruk, terus tiba-tiba ditinggalkan, tanpa peringatan juga pamitan,” terang Khairurroziqin, Kepala Desa Sambongdukuh.



Roziq, sapaan akrabnya menyebut, selama melakukan penggalian juga tak satupun perwakilan perusahaan maupun pekerja datang kepadanya untuk memberitahukan kapan dan selesainya penggalian itu. ”Tidak ada pamitan atau omongan sama sekali, bahkan lubang yang di depan balai desa itu saja sampai ditutup sendiri sama petugas desa, karena membahayakan,” lontarnya.


Ia pun berharap, penanggung jawab penggalian itu bisa lebih memerhatikan dampak bahaya yang ditimbulkan akibat membiarkan keberadaan galian menganga, apalagi tanpa dipasang tanda peringatan yang memadai. ”Kalau belum selesai ya tolong dilanjutkan, kalau sudah ya cepat ditutup, jangan dibiarkan begitu, kan membahayakan juga, apalagi jalan aspal dan lubangnya tipis sekali jaraknya,” pungkasnya.


Editor : M Nasikhuddin
#berita jombang