Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Proyek Jaringan Gas di Desa Tembelang Jombang Terkendala Izin PT KAI

M Nasikhuddin • Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:35 WIB
Proyek Jaringan Gas di Desa Tembelang Jombang Terkendala Izin PT KAI
Proyek Jaringan Gas di Desa Tembelang Jombang Terkendala Izin PT KAI


JOMBANG – Perencanaan proyek jaringan gas bumi untuk rumah tangga tak maksimal. Itu setelah bakal ada peralihan puluhan calon pelanggan di Desa/Kecamatan Tembelang. Alasannya, karena jaringan pipa yang dipasang bakal melintas di area lahan kereta api yang sampai sekarang belum mengantongi izin dari pemilik kewenangan lahan.



Suparyono Pelaksana tugas (Plt) Kabag Perekonomian Setdakab Jombang menuturkan, dipilihnya Desa Tembelang sebagai peralihan calon pelanggan ke Desa Pulogedang, juga disebabkan karena jaringan pipa yang dipasang pelaksana proyek belum bisa dilakukan. ”Jadi barat jalan itu ternyata tidak bisa dialiri. Itu ada 45 calon pelanggan tidak bisa, karena melewati lahan PT KAI. Kesulitan terkait izinnya,” kaya Suparyono dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang.



Karena kesulitan izin kata dia, 45 calon pelanggan itu akhirnya dialihkan. Lokasinya yang tak melintasi lahan kereta api. ”Untuk pasnya saya kurang hafal. Mungkin utranya jalan arah ke Desa Balonggemek (Kecamatan Megaluh, Red). Karena waktu itu saya tidak ikut survey,” imbuh dia.



Meski demikian lanjut dia, kuota untuk desa setempat masih sama. Hanya berkurang 15 lantaran dialihkan ke Desa Pulogedang. ”Sisanya ya tetap diberikan warga sana. Cuma lokasinya saja yang berbeda. Jadi penerimanya nanti di timur jalan. Artinya yang bisa dialiri pipa, karena kalau barat ini sudah tidak bisa, ada lahan PT KAI,” sambung Suparyono.



Menurutnya, karena alasan itu akhirnya Desa Tembelang dipilih calon pelanggan dikurangi dan dialihkan ke desa lain. ”Salah satunya karena itu, akhirnya kita alihkan ke Pulogedang,” ujar dia.



Lantas bagaimana dengan survey kala itu, Suparyono sendiri tak mengatahui persis. ”Itu yang saya kurang tahu, awal dulu surveynya bagaimana. Soalnya dari sana (pusat, Red),” kata dia lagi.



Dikatakan, adanya problem itu diketahui kala pemasangan pipa dilakukan. ”Jadi tahunya ini setelah mau dipasang sama PT HK. Di sana ada lahan PT KAI,” lanjut Suparyono.



Meski demikian, untuk saat ini pemasangan pipa jaringan itu tetap dilakukan. Hanya saja, untuk jaringan yang rencananya akan melewati lahan kereta api tak disentuh. ”Ya masih jalan untuk jaringannya,” kata Suparyono.



Sebelumnya, protes warga Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang terkait pelaksanaan proyek pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di wilayahnya ditengarai muncul dari proses survey. Sehingga Desa Pulogedang tidak masuk daftar penerima program.



”Jadi begini, PT HK ini hanya pelaksana. Melaksanakan pemasangan saja, Insya Allah awalnya itu waktu survey di Pulogedang dikiranya ikut Bedahlawak. Ternyata ketika pemasangan pipa, di sana ikut Pulogedang,” terang Suparyono Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Perekonomian Setdakab Jombang, kemarin.


Namun demikian, pihaknya pun tak mau dipersalahkan, Suparyono menyebut tim survey dari pusat. ”Karena waktu survey dulu bukan dari pelaksananya. Mereka (pelaksana proyek, Red) ini hanya masang, surveynya dilakukan pusat, mungkin tidak tahu. Kita sendiri kedapatan atau kebagian terkait administrasinya saja,” imbuh Suparyono.


Editor : M Nasikhuddin
#berita jombang