JOMBANG – Menempel kertas origami menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk anak-anak. Sembari membuat mainan, anak-anak bisa belajar mengenal bentuk. ’’Saya mengajari anak-anak membuat rumah dari kertas origami,’’ kata Zuaimatul Muthoharoh, kepala RA Nurul Islam 1 Bareng, kemarin.
Membuat rumah dari kertas origami tidak terlalu sulit. Prosesnya harus dengan pendampingan orang tua. Sebelum memulai, siswa harus menyiapkan alat yang dibutuhkan. Yaitu Kertas origami berwarna warni, gunting, lem kertas dan kertas manila kosong.
Setelah melihat contoh yang diberikan guru, siswa bisa mulai membuatnya. Memotong kertas-kertas itu menjadi beberapa bentuk. Segitiga untuk atap. Persegi untuk bangunan utama rumah. Persegi panjang kecil untuk membuat pagar. Serta membuat bentuk awan, bunga, dan pepohonan.
Setelah kertas itu dipotong, siswa kemudian menempelkannya pada kertas manila. ’’Tidak harus membuat gambar rumah. Bisa gambar apa saja sesuai dengan keinginan siswa,’’ terangnya.
Anak juga dibebaskan berkreasi. ’’Misal mau ditambah apa saja terserah,’’ paparnya.
Agar tampak menarik, masing-masing bagian rumah tidak harus satu warna. Bisa dibuat warna warni. Ada kuning, hijau, pink, biru, abu-abu, dan coklat. ’’Kreasi siswa dibiarkan sebebas-bebasnya,’’ tegasnya. Siswa tak harus membuat daun dengan warna hijau.
Dengan belajar membuat rumah dari kertas origami, siswa sekaligus belajar mengenal bentuk dan warna.
Manfaat lainnya, siswa bisa mengenal fungsi rumah. Tentu dengan dampingan orang tua sebagai pengganti guru di rumah. ’’Sambil menempel, orang tua bisa menjelaskan,’’ ungkapnya.
Genting fungsinya untuk berlindung dari panas dan hujan. Pintu untuk keluar masuk. ’’Fungsi-fungsi lainnya sesuai yang ada di gambar juga bisa dijelaskan semua,’’ beber ketua IGRA Kecamatan Bareng ini.
Editor : M Nasikhuddin