JOMBANG – Bagi kaum hawa, mempercantik diri jadi keharusan. Tak hanya wajah, detail kuku juga harus diperhatikan. Salah satunya dengan nail art. Mempercantik kuku sekaligus mengatasi kebosanan.
”Nail art itu bikin nagih, customer yang datang pasti tidak cukup sekali, karena kalau sudah jelek dan bosan biasanya mau diganti dengan motif lain,” ungkap Mia Kristiana, salah satu jasa nail art di Jombang.
Nail art kini banyak digemari kaum hawa. Apalagi Mia bisa menyulap kuku biasa menjadi cantik berkilau. Bentuknya sesuai dengan keinginan konsumen. Salah satu kelebihan lainnya, nail art yang dipakai aman dipakai untuk salat.
”Semua yang saya pakai aman untuk salat, ya meskipun harganya sedikit lebih mahal, tapi kualitasnya sangat bagus,” jelas Mia. Ia memakai kutek yang bisa digunakan salat karena mayoritas warga Jombang merupakan muslim. Meskipun yang datang non muslim, tapi kutek yang ia gunakan sama. ”Saya pakai kutek impor Korea,” katanya.
Untuk merawat kuku agar sehat, ia menyarankan pelanggan memakai vitamin dan serum kuku. Jika kuku sehat, maka perawatan kecantikan kuku hasilnya akan lebih bagus. Menurutnya, kreasi nail art membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Tergantuk bentuk dan motif kuku yang diminta konsumen.
Sebelum melakukan perawatan kuku, konsumen yang datang harus mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Baru kemudian dilakukan manicure. Setelah kuku bersih pewarnaan baru dimulai.
Pada setiap lapis warna, setiap kukus harus dikeringkan dengan alat khusus selama satu menit. Setelah kuku kering baru ditimpa warna dan berlanjut lima warna. Warna paling akhir, yaitu warna bening yang biasa ia sebut antigores.
Seperti salah satu konsumen yang datang kemarin (7/8), minta motif sederhana, terlihat natural namun ditambah dengan gliter. Gliter diletakkan di lapisan paling akhir sebelum dioles dengan antigores.
Dalam satu kuku, biasanya menggunakan lima sampai enam lapis warna. Tak heran jika Mia mengklaim nail art buatannya awet hingga tiga bulan. ”Bisa sampai kuku memanjang sendiri, tapi kadang sebelum panjang konsumen datang lagi untuk ganti motif,” tambahnya.
Membersihkan nail art bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dikuliti sendiri. Jika ingin hasilnya bersih dan bagus, bisa datang kembali ke salon. ”Ada alatnya sendiri untuk membersihkan bekas nail art,” jelas dia.
Bagi kaum hawa yang kukunya pendek, bisa juga menambahkan kuku palsu. Jangan khawatir, kuku palsu yang dipakai juga aman dipakai untuk salat. Sehingga bisa tetap cantik dipakai untuk ibadah. ”Tapi pelanggan lebih suka motif natural atau marble,” jelasnya.
Dalam sehari ia bisa melayani 20 pelanggan. Tapi tidak semua nail art, ada yang eyelash dan ada yang kosmetik. “Saya pakai sistem reservasi, agar tidak terlalu menumpuk,” pungkas dia.
Editor : M Nasikhuddin