Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo Jombang Kembali Normal

Rojiful Mamduh • Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:50 WIB
Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo Jombang Kembali Normal
Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo Jombang Kembali Normal

JOMBANG – Pelayanan Puskesmas Bandarkedungmulyo kembali berjalan normal kemarin (4/8). Pintu gerbang yang sebelumnya sempat digembok Kepala Desa Bandarkedungmuyo juga sudah dibuka beberapa jam setelah aksi penggembokan. Meski begitu, kades tetap minta kinerja kepala puskesmas dievaluasi.


Pantauan di lokasi, Rabu (4/8) kemarin, tampak pelayanan di Puskesmas Bandarkedungmulyo kembali berjalan normal. Beberapa warga yang hendak berobat tidak perlu lagi masuk lewat pintu samping lantaran gerbang utama puskesmas sudah terbuka seperti sebelumnya.


Namun permasalahan baru muncul. Itu setelah beberapa warga yang ingin vaksinasi kecele karena stok vaksin di fasilitas kesehatan tingkat pertama itu kosong. ”Hari ini sudah berjalan normal. Kemarin juga normal meski ada sedikit gangguan karena digembok itu,” ujar salah satu staf puskesmas yang enggan disebutkan namanya.


Soal stok vaksin, ia mengakui masih kosong dan baru hari ini (5/8), pihaknya mengambil di Dinas Kesehatan Jombang. ”Hari ini (kemarin, Red) kosong, tapi insya Allah besok sudah ada,” tambahnya.


Saat akan dikonfirmasi, dr Nanik Purbawati Kepala Puskesmas Bandarkedungmulyo disebutkan tidak berada di kantor.


Beberapa pegawai puskesmas menyebut, sejak pagi ia tak kelihatan ngantor. ”Tadi bilagnya memang tidak masuk karena kurang enak badan,” jelas dia.


Upaya Jawa Pos Radar Jombang melakukan konfirmasi melalui sambungan selulernya maupun pesan WhatsApp juga belum direspons.


Ditemui terpisah, Kepala Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo Zainal Arifin membenarkan jika gembok yang sempat dia pasang di pintu gerbang Puskesmas Bandarkedungmulyo sudah dilepas sejak Selasa (3/8) siang bersama Sekdakab Akhmad Jazuli dan beberapa kepala OPD. ”Kemarin sudah dibuka oleh pak Sekda. Kami bersama kades se-Kecamatan Bandarkedungmulyo sudah sepakat. Intinya, tidak menutup pelayanan, namun itu hanya bentuk protes kami,” ujar dia.


Sampai dengan kemarin, ia masih berpegang pada tuntutannya, yakni meminta Pemkab Jombang melakukan evaluasi kepada Kapus Bandarkedungmulyo. ”Intinya kami dituruti kalau tidak sinkron dengan kapus ya kapusnya diganti,” tambahnya.


Dalam musyawarah yang dipimpin Sekdakab Akhmad Jazuli, Zaenal menyebut aspirasi para kades sudah disampaikan ke pemkab, tujuannya untuk optimalisasi pelayana puskesmas agar dapat melayani masyarakat. ”Terutama dalam masa pandemi Covid-19 puskesmas dapat melayani masyarakat dengan baik. Tidak seperti kemarin dikit-dikit dirujuk ke Jombang,” papar dia.


Pihaknya juga berharap, Pemkab Jombang melakukan evaluasi terkait kepemimpinan Kapus Bandarkedungmulyo dr Nanik Purbawati yang dia nilai kurang bisa diajak koordinasi dalam penanganan pandemi Covid-19. ”Kalau tidak bisa dievaluasi, ya diganti dengan kepala puskesmas yang bisa bersinergi dengan kita,” pungkasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, pelayanan puskesmas Puskesmas Bandarkedungmulyo sempat terganggu. Itu setelah Zaenal Arifin, Kades Bandarkedungmulyo nekat menggembok pagar utama puskesmas, Selasa (3/8) pagi.


Zaenal menyebut, tindakan itu sudah mendapat persetujuan seluruh kades se Kecamatan Bandarkedungmlyo. Aksi yang dilakukan sebagai bentuk protes sikap kepala puskesmas (kapus) yang dinilai sulit diajak kerja sama dalam menangani pandemi Covid-19.


Kejadian itu segera mendapat respons pemkab. Adalah Sekdakab Akhmad Jazuli dan sejumlah kepala OPD mendatangi lokasi. Setelah menggelar pertemuan dengan perwakilan kepala desa, disepakat untuk membuka gerbang. Sekda Jazuli pun memimpin langsung pelepasan gembok. Sekitar pukul 12.00, pelayanan di puskesmas kembali normal.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang