JOMBANG – PT Hair Star Indonesia (HSI) Jombang ternyata sudah lama tak berproduksi. Pasca aksi curhat ke wakil rakyat kemarin, keberadaan pabrik bahkan sepi. Tidak ada pekerja satupun yang melakukan aktivitas.
Seperti pantauan koran ini kemarin (3/8), pabrik yang berada di Jombang kota ini sangat sepi. Pabriknya berpagar tinggi warna cokelat. Nyaris tak ada aktivitas sama sekali. Hanya ada dua penjaga yang terlihat di lokasi pabrik. ”Ya, sekitar empat bulanan tidak produksi,” ujar salah satu penjaga yang enggan disebutkan namanya.
Dia menyebut, pabrik pengolah rambut palsu merupakan cabang Sidoarjo. ”Jadi sekarang kosong tidak ada orang sama sekali,” tegasnya sembari berlalu.
Sementara itu, Nurdin salah satu warga sekitar membenarkan bila keberadaan pabrik tak ada kegiatan. ”Lama kok, sudah beberapa bulan tidak beroperasi, saya juga kurang tahu kenapa,” kata dia. Meski begitu, ia hanya mendengar bila pabrik terancam bangkrut. ”Kurang tahu pastinya, hanya dengar-dengar saja. Yang jelas pabrik itu sudah lama tidak beroperasi,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ayub Effendi Kepala Desa Denanyar, menyebut operasional pabrik pengolah rambut palsu sebenarnya sudah lama. Bahkan semenjak dirinya belum terpilih dan menjabat kepala desa. ”Sudah lama sekali, tahunan,” ujarnya dikonfirmasi, kemarin.
Hanya saja, untuk kondisi sekarang pihaknya mengaku tidak tahu sama sekali. Apalagi sejauh ini pihak pabrik tidak pernah berkoordinasi berkaitan dengan hal apapun. ”Pabrik tidak pernah koordinasi dengan desa. Jadi saya tidak tahu apakah ada pegawai dirumahkan atau belum dibayar gajinya,” pungkas Ayub.
Editor : M Nasikhuddin