JOMBANG – Barang bekas ternyata bisa dimanfaatkan. Termasuk untuk alat peraga edukatif (APE) yang menarik. ’’Contohnya membuat balok angka dari bekas kardus air mineral dan bekas kardus yang lain,’’ kata Kepala Raudlatul Atfal (RA) Perwanida, Gadingmangu, Perak, Tri Wahyuni SPsi, kemarin.
Ketua IGRA Kecamatan Perak ini menjelaskan, selama pembelajaran di rumah, guru tetap harus kreatif dan imajinatif. Termasuk bisa memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar.
’’Pemanfaatan barang bekas ini masuk dalam kemampuan kewirausahaan kepala RA,’’ jelasnya. Kepala RA harus mampu mengedukasi guru untuk memanfaatkan barang bekas menjadi APE yang cantik dan menarik. ’’Sehingga bisa punya APE tanpa harus membeli,’’ ulasnya.
Alat peraga ini bisa digunakan untuk mengenalkan angka dan huruf kepada anak-anak pada video pembajaran yang asyik dan kratif yang dibuat oleh guru.
Barang bekas berupa kardus air mineral atau kardus bekas yang lain bisa digunakan untuk banyak hal. Diantaranya, membuat puzzle, kartu huruf, kartu angka, balok angka dan balok huruf yang menarik dan indah.
’’Kegiatan ini sudah pernah dilaksanakan dan menghasilkan karya yang mendapatkan apresiasi dari pengawas madrasah Kecamatan Perak,’’ terangnya.
Pada saat kerja dari rumah seperti sekarang, kegiatan ini semakin bisa sukses dan bisa dilaksanakan secara maksimal.
’’Manfaat kegiatan ini sangat banyak,’’ tegasnya. Diantaranya, menambah kreativitas dan imajinasi guru RA. Meminimalkan pengeluaran anggaran dana APE. ’’Karena tidak harus beli dengan harga yang mahal,’’ ujarnya. Serta memaksimalkan hasil karya untuk alat peraga pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Sekaligus memperbanyak inventaris APE RA tanpa harus membeli.
’’Kepala RA bisa memberikan penghargaan kepada guru yang menghasilkan karya paling kreatif dan terbanyak,’’ sarannya. Sehingga guru RA bertambah semangat dan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.
’’Selama WFH (kerja dari rumah,Red) kita manfaatkan waktu dengan kegiatan yang bisa menambah kreatifitas dan menambah imajinasi,’’ ajaknya. Karena dengan WFH, semua guru RA mempunyai banyak waktu yang bisa digunakan berkarya.
Editor : Rojiful Mamduh