Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terkendala SDM, Keberatan Kelola Minha di Jombang

Rojiful Mamduh • Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:10 WIB
Minha di Jombang
Minha di Jombang

JOMBANG – Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (Minha) di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang bakal tetap dikelola pusat. Itu setelah Pemkab Jombang merasa keberatan mengelola museum, lantaran terkendalam SDM.


”Jadi begini, memang dulu pernah diserahkan ke kabupaten. Tapi ada banyak pertimbangan,” kata Imam Sutrisno Plt Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang, ketika dikonfirmasi kemarin (23/7).


Menurutnya, keberadaan museum memang di area kompleks terminal wisata religi makam Gus Dur. Hanya saja, museum masih menjadi kewenangan pusat. Beberapa pertimbangan yang membuat pemkab keberatan mengelola museum itu di antaranya kesiapan tenaga SDM.


”Yang memberatkan itu personil, syaratnya banyak dan detail,” katanya lagi. Apalagi jumlah tenaga SDM yang dibutuhkan cukup banyak hingga puluhan. Itupun tak sembarang karena harus mempunyai keahlian di bidangnya. ”SDM yang dibutuhkan minimal 30-35 orang. Spesifikasi semua petugas, khususnya di depan harus bersertifikasi,” sambung dia.


Lebih lanjut ia menyampaikan, di antara SDM itu sebagian juga harus ada kurator. Kurator ini yang menetapkan benda cagar budaya dan bersejarah. “Jadi memang petugas harus detail. Barang yang dikelola ini harus diawetkan, misal buku harus awet bukan hanya puluhan, tapi ratusan tahun. Makanya ada teknis dan ahlinya. Pegawai harus bersertifikasi,” ujar Imam.


Hingga saat ini penjelasan yang diterima pemkab dari pusat pengelolaan museum masih sama. ”Jadi harus ada ilmuwannya,” kata dia lagi. Terakhir, yang menjadi pertimbangan lainnya adalah biaya operasional. Hitungan operasional gedung begitu besar dalam satu tahun itu bisa mencapai ratusan juta lebih.


Karena itulah pada koordinasi terakhir saat Dirjen Kebudayaan ke Jombang, dipastikan bila pengelolaan masih menjadi kewenangan pusat. ”Intinya yang mengelola ini tidak angger wong. Spesifikasinya harus jelas,” pungkas Imam.


Sebelumnya, M Natsir Ridwan Muslim Pokja Penetapan Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud Ristek pernah menerangkan, pemeliharaan Minha sementara tetap dilakukan pusat. Saat ini tengah proses transisi ke pembentukan badan layanan umum (BLU).  


Dijelaskan, seluruh museum se-Indonesia bakal transisi pengelolaan. Dimulai dari Museum Nasional Indonesia, nanti akan diikuti museum yang lain. Sehingga nanti akan menginduk ke Museum Nasional Indonesia, termasuk Minha. Rencana transisi ke BLU nanti diharapkan pengelolaan tak hanya bersumber dari APBN.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang