MENU soto yang berada di Kecamatan Ngoro sangat berbeda. Memiliki citarasa tersendiri karena sajian soto balungan sapi dan soto gromoan ayam kampung. Berada di pinggir jalan raya, warung ini cukup ramai dan jadi jujukan pemburu kuliner.
”Di sini yang spesial soto balungan sapi dan soto gromoan ayam kampung,” ujar Farid Syamsudin pemilik warung. Seperti soto balungan, ia memilih balungan iga sapi karena tekstur dagingnya cukup banyak. Penyajiannya cukup sederhana. Olahan iga sapi dicampur dengan kecambah dan daun seledri yang diguyur kuah soto.
Sementara untuk soto gromoan ayam kampung, ia memilih ayam kampung. Setelah gromoan dipotong kecil-kecil dan ditaruh mangkok, juga diberi kecambah dan daun seledri. Baru kemudian diberi kuah soto dan koya secukupnya, agar lebih terasa gurih. ”Untuk kuah kaldu saya pertahankan ayam kampung. Jadi bukan kaldu ayam potong atau kaldu buatan. Itu yang membedakan,” katanya.
Ide membuat kreasi soto ini Farid mengaku terinspirasi banyak kuliner yang ditawarkan. Biar tidak sekadar hanya soto ayam dan soto daging saja, maka dia membuat menu baru. Soto balungan dan soto gromoan ayam kampung. ”Saya terinspirasi balungan pedes, akhirnya membuat soto balungan ini,” beber dia.
Untuk harga, Farid tidak mematok harga tinggi. Cukup ramah di kantong. Dengan uang Rp 15 ribu, para penikmat kuliner sudah bisa menikmati soto ayam kampung. ”Kalau soto ayam dengan gromoan Rp 20 ribu, sedangkan soto balungan Rp 35 ribu per porsi,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh