Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rizal Kurniawan Hidayat, Tunanetra Asal Jombang yang Kuliah di Unesa

Rojiful Mamduh • Rabu, 14 Juli 2021 | 14:55 WIB
Rizal Kurniawan Hidayat, Tunanetra yang Kuliah di Unesa
Rizal Kurniawan Hidayat, Tunanetra yang Kuliah di Unesa

Keterbatasan fisik dan dana bukan lagi penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi. Seperti  dibuktikan penyandang tunanetra, Rizal Kurniawan Hidayat, 18, mahasiswa semester tiga jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa)


ROJIFUL MAMDUH, Jombang


’’Selama setahun kuliah, saya belum pernah bayar bahkan malah dapat biaya hidup,’’ ujar alumnus SMP dan SMA Luar Biasa Negeri Jombang ini. Tiap bulan, dia mendapat bantuan biaya hidup Rp 1 juta.  ’’Sekarang ada KIP (Kartu Indonesia Pintar) difabel. Jadi penyandang disabilitas bisa dapat beasiswa kuliah,’’ katanya.


Di Jombang, mahasiswa kelahiran 9 Januari 2003 ini tinggal di Pulowetan Gang 7 nomor 2 Desa Pulo Lor, Jombang.  Putra tunggal pasangan Heri Setiyono dan Anik Sulastri ini asli Malang. Kedua orang tuanya juga tunanetra. ’’Ayah saya terapis pijat,’’ ucapnya. Dia menempuh pendidikan SD LB di Malang.


Sejak kecil, dia sudah low vision. Mengalami gangguan penglihatan, akan tetapi masih memiliki sisa penglihatan dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan menggunakan alat bantu. ’’Ketika lulus SD, sudah tidak bisa melihat sama sekali,’’ terangnya.


Oleh orang tuanya, dia disuruh melanjutkan ke SMP dan SMA LB negeri di Jombang. Dia dititipkan ke Kasmimi, pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jombang. ’’Bu Kasmimi sudah seperti orang tua saya sendiri,’’ ucapnya.


Selama sekolah, Rizal banyak meraih prestasi. Diantaranya, juara tiga favorit pada festival band umum 2018. ’’Saat itu saya bermain solo dengan keyboard,’’ ucapnya. Sejak SMP dia sudah belajar keyboard. ’’Pernah les privat juga,’’ bebernya. Puluhan cover lagu sudah dia upload ke channel youtube.


Dia juga pernah juara satu catur tingkat Kabupaten Jombang. Ketika maju tingkat Provinsi Jatim 2018, dia meraih juara harapan tiga. ’’Saat itu lomba tingkat SMA LB,’’ terangnya.


Pada 2020 dia lulus SMA dan langsung melanjutkan ke perguruan tinggi. ’’Saya tes di kampus C Unair Surabaya,’’ kenangnya. Dia menggunakan komputer yang punya aplikasi suara. Tombol yang ditekan muncul suaranya. Semua yang ditunjuk kursor juga keluar suaranya. ’’HP yang saya pakai juga punya aplikasi suara,’’ ucapnya. Sehingga bisa leluasa SMS, WA dan telepon.


Berbekal handphone, dia juga berani ke Surabaya sendirian. Meskipun untuk yang pertama kali. ’’Sekarang tinggal hubungi ojek online, kita sudah dijemput dan diantar ke tujuan,’’ paparnya.


Selama setahun ini, dia menjalani kuliah secara daring. ’’Belum pernah ketemu langsung dengan teman-teman kuliah,’’ ucapnya. Pada semester pertama, indek prestasinya cukup bagus, 3,7.


’’Saya tidak ada kendala dalam kuliah,’’ ucapnya. Dia selalu aktif tanya file materi kuliah ke dosen. Berbekal file itu, dia bisa mempelajari mata kuliah yang diberikan secara mendalam. ’’Juga bisa mencari tambahan bahan di internet,’’ urainya. Sehingga dia bisa semakin memahami materi yang diberikan dosen.


Rizal mengaku sudah tidak sabar untuk kuliah tatap muka. Agar bisa bertemu teman-teman kuliahnya. Sekaligus mengembangkan bakat dan keterampilannya. ’’Di kampus banyak unit kegiatan mahasiswa. Saya ingin bisa mengembangkan kemampuan olahraga dan musik,’’ ujar cowok yang bercita-cita menjadi guru ini. (*)


Editor : Rojiful Mamduh