SEMENTARA itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyampaikan, meski dalam situasi pandemi Covid-19, Pemkab Jombang terus berupaya mengenalkan dan mempromosikan durian Wonosalam dengan berbagai cara. Selain potensi unggulan durian bido, ia tak henti-hentinya mengembangkan varietas yang lain.
”Saat ini Pemkab Jombang tengah fokus mengembangkan tiga varietas unggulan, yakni Bido yang sudah mendapat SK Menteri Pertanian sejak 2006, varietas jack prinses yang sudah bersertifikat tanda daftar varietas tanaman oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Tahun 2019, serta varietas mrico,’’ ujarnya.
Selain tiga varietas unggulan itu Pemkab Jombang juga berupaya mengidentifikasi varietas unggulan lain, melalui kontes durian serta melakukan pengembangan untuk juara kontes durian yang diadakan setiap tahun. ”Saat ini total ada 29 varietas lain yang juga kami kembangkan,’’ tambah bupati perempuan pertama ini.
Bupati menjelaskan, ada beberapa upaya yang dilakukan sebagai bentuk nyata pengembangan varietas durian Wonosalam. Di antaranya melatih petani durian di setiap Desa di Wonosalam untuk melakukan pendataan dan budidaya durian, melakukan pelabelan/barcoding terhadap pohon durian yang sudah didata dan identifikasi, mengembangkan aplikasi berbasis IT bersama Askom Wonosalam, fasilitasi event Kenduren dan kontes durian. Serta upaya lain, termasuk Kementerian Pertanian.
”Kami juga publikasi produk unggulan durian Wonosalam beserta event Kenduren “Durian” dalam berbagai kesempatan, baik melalui media sosial, videotron Pemkab Jombang. Ke depan, kalau hasil durian Wonosalam sudah banyak dan konsisten hasilnya, maka kita akan bekerjasama dengan pasar-pasar besar. Seperti perusahaan-perusahaan yang membutuhkan durian untuk acara-acara khusus,’’ terangnya.
Khusus untuk durian bido, telah dilaksanakan pelestarian terhadap pohon induk dan diperbanyak populasi dengan cara sambung pucuk atau Top Working, maupun dibantukan ke masyarakat.”Serta mengadakan sosialisasi, pelatihan/workshop budidaya durian, khususnya durian bido untuk petani, kerjasama dengan Asosiasi Komoditas dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Brian Horti,’’ pungkas Mundjidah.
Editor : Rojiful Mamduh