JOMBANG – Jelang Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban, harga kambing maupun sapi di pasaran merangkak naik. Seperti terpantau di pasar hewan Desa/Kecamatan Ngoro kemarin (4/7). Harga jual hewan kurban naik di kisaran Rp 500 ribu – Rp 700 ribu.
Pantauan di lokasi, tampak penjual dan pembeli hewan ternak melakukan transaksi jual beli. Beberapa jenis kambing mulai jawa, etawa maupun gibas ada di sana.
Abdurohman, 45, salah satu penjual hewan ternak membenarkan tren kenaikan harga kambing dan sapi jelang Idul Adha. ”Ya memang naik, kisaran Rp 500 ribu per ekornya,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Misalnya, untuk harga kambing peranakan etawa dewasa yang sebelumnya di kisaran Rp 4,5 juta menjadi Rp 5 juta. Begitu juga untuk harga sapi baik jenis limosin, simmental dan brahman juga mengalami kenaikan hingga 20 persen. ”Ya beda ukuran beda pula harganya, kalau misalnya limosin ada Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per ekor. Tapi rata-rata kenaikan sekitar Rp 500 ribu atau 20 persen,” tambahnya.
Pria asal Kediri ini menambahkan, kenaikan tersebut terasa sejak satu bulan yang lalu. Biasanya kenaikan terus meningkat hingga nanti mendekat hari raya. ”Kenaikan sudah mulai bulan kemarin,” tandasnya.
Dijelaskan, permintaan sapi dan kambing untuk kurban tahun ini cukup bagus jika dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, tahun lalu awal pandemi membuat banyak masyarakat menunda pembelian hewan kurban. ”Yang jelas tahun ini cukup banyak pembelinya,” pungkasnya.
Kondisi serupa diakui Sukriyono, 38, salah satu peternak kambing asal Dusun Sumber, Desa Kecamatan/Wonosalam. Semasa pandemi, penjualan kambing cenderung menurun. ”Peningkatan belum banyak, karena pandemi ini kan banyak penyekatan-penyekatan dan pembatasan kegiatan sehingga untuk menyentuh konsumen belum maksimal, mikir transportasi juga,” ujar dia.
Sebelum pandemi, ia biasanya menjual kambingnya ke pasar hingga tempat-tempat yang strategis. Namun kini, dengan adanya PPKM darurat, hal itu tidak bisa dilakukan. ”Jadi upaya kami untuk menjual ya dari mulut ke mulut,” jelas dia.
Untuk harga jual, diakui Sukriyono mulai sebulan kemarin ada kenaikan. Dia mematok harga per ekor kambingnya antara Rp 3 – Rp5 juta per ekor. ”Ini kambing lokal ada PE (peranakan etawa),” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh