JOMBANG – Kerusakan ruas jalan kabupaten, terdampak proyek jembatan baru Ploso, harus masuk skala prioritas. Terutama kondisi jalan rusak berat yang harus didahulukan penanganannya.
”Jadi kemarin kita sampaikan titik yang parah ditangani lebih dulu. Intinya begitu,” kata Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang, melalui M Rakhmat Sunendar Kabid Bina Marga, beberapa waktu kemarin.
Meski masuk skala prioritas, ia meminta penanganan sementara tidak dilakukan setengah hati. Seperti penggunaan material seadanya, justru membuat jalan semakin becek. Penanganan jalan harus tetap menggunakan material sesuai kelas jalan.
”Artinya kita minta ke teman-teman pelaksana memakai material sesuai perbaikan jalan. Insya Allah sudah disiapkan, baik itu aspal clod mix, juga uruk jalan,” imbuh dia. Menurutnya, dari tiga ruas jalan kabupaten terdampak itu kondisi paling parah berada di ruas Bawangan-Ploso.
”Bawangan-Ploso paling parah, kemarin kita minta segera didahulukan. Dengan memakai material yang lebih baik lagi,” kata Nendar lagi. Ia menyebut, penanganan sebenarnya sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Namun setelah dalam perkembangannya kerusakan semakin parah, sehingga ada pertemuan lanjutan.
Pihaknya berharap, penanganan sementara tetap dilakukan pelaksana proyek sebagaimana hasil pertemuan. ”Jadi sebagian besar memang dari pelaksana. Konsep awalnya begitu, pelaksana memperbaiki dasar hingga menunggu mantap,” pungkas dia.
Editor : Rojiful Mamduh