JOMBANG – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tembelang semrawut. Ratusan warga rela berjubel demi mendapat giliran disuntik vaksin, Rabu (23/6) kemarin. Sebagian warga waswas potensi terjadinya penularan virus.
Pantauan di lokasi kemarin, kerumunan warga pada proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tembelang terlihat pada pagi sekitar pukul 09.20. Warga yang menunggu antrean disuntik vaksin AstraZeneca ini terlihat bergerombol di depan halaman Puskesmas Tembelang.
Di lokasi tidak terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga dan menertibkan lokasi vaksinasi. Karena jumlah warga yang datang terlalu banyak, jumlah tempat duduk yang disediakan petugas tak mampu menampug. Warga pun bergerombol di sejumlah titik guna menunggu antrean.
Salah satu warga menyebut kerumunan warga sudah terjadi sejak pagi. ”Ya dari tadi bergerombol. Tapi ya gimana memang orang banyak,” ungkap Amin, 65, warga Dusun Gondang, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang.
Selain kerumunan warga, lamanya proses vaksinasi juga dikeluhkannya dan warga lainnya. Ia mengaku datang sejak pukul 07.00. Namun, hingga pukul 09.20, belum juga dipanggil untuk divaksin. ”Saya antre sudah dua jam. Ya lama sabar saja, namanya pingin sehat,” imbuhnya.
Seiring lonjakan kasus Covid-19 yang naik tajam, dia pun waswas kegiatan vaksinasi justru berpotensi terjadinya penularan virus. ”Misal salah satu ada yang kena Covid-19 kan kita juga tidak tahu. Harapannya yang diatur biar lebih baik pelaksanaannya,” singkatnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Tembelang dr Puguh Hari Subagia tak menampik adanya kerumunan pada proses vaksinasi pagi tadi. Ia mengaku telah mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak saat mengantre. "Sudah kita sampaikan. Bahkan, jam-jam pelaksanaan vaksin sudah ditentukan. Tapi masyarakat tidak bisa dikendalikan karena mereka pingin divaksin. Karena kalau nggak divaksin nggak dapat BLT," pungkas Puguh.
Editor : Rojiful Mamduh