Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kuasai Kuda-Kuda dan Belajar Bertahap

Rojiful Mamduh • Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:30 WIB
Spirit karate ke-17 yakni pemula harus menguasai postur dan cara berdi
Spirit karate ke-17 yakni pemula harus menguasai postur dan cara berdi

Spirit karate ke-17 yakni pemula harus menguasai postur dan cara berdiri. Posisi tubuh alami untuk yang ahli. Ini mengajarkan pentingnya belajar dari nol dan bertahap.


 ’’Bahasa Jepangnya;  Kamae wa shoshinsha ni ato wa shizentai. Inggrisnya; Beginners must master low stance and posture, natural body positions are for the advanced,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno,60, kemarin.


Untuk menjadi karateka yang ahli dan tangguh, perlu berlatih teknik-teknik dasar karate yang benar lebih dulu. Belajar tahap demi tahap. Mulailah berlatih dari teknik yang paling dasar yakni kuda-kuda yang baik dan proporsional. Karena kuda-kuda merupakan pondasi bagi teknik diatasnya. Perbaiki postur dan posisi tubuh dalam setiap melakukan gerakan. Bersikaplah wajar, alami. Karateka pemula akan merasa sulit dan kaku melakukannya. Latih dan rasakan  setiap gerakan yang sudah dibenarkan pelatih yang lebih ahli.


’’Angka seribu sekalipun, harus dimulai dari satu. Langkah ke seribu sekalipun, harus dimulai dari langkah pertama,’’ terang anggota dewan guru Inkanas nasional ini. ’’Belajar berlari harus dimulai dari belajar berdiri,’’ tambahnya.


Karateka dalam berlatih harus mulai dari yang dasar. Kuda-kuda, pukulan dasar, tendangan dasar, tangkisan dasar dan kata pertama. ’’Pondasi dikuati dulu,’’ tegas dosen STKIP ini. Bentuk-bentuk gerakan yang banyak dipelajari dulu satu per satu


’’Baru setelah itu ke rangkaian yang lebih rumit dan bagus,’’ papar penyandang sabuk hitam karate Dan VII ini. Tidak boleh belajar dengan meloncat langsung ke teknik yang sulit. Sebab hal ini bisa menyebabkan cedera. Serta tidak bisa memahami makna tiap gerakan.


Dalam kompetisi juga harus bertahap. Mulai seleksi ranting, kecamatan, kabupaten, provinsi baru nasional. ’’Bertahap ini juga penting untuk mematangkan mental,’’ ucap pria yang telah 50 tahun menekuni karate ini.


Prinsip ini juga sangat tepat dalam hal bisnis. ’’Kalau omzet jualannya masih kiloan, ya jangan kulak ton-tonan,’’ papar pria yang telah menjadi pengusaha puluhan tahun ini.


Jika kelasnya baru membangun gedung santai lantai, ya jangan ngotot mengambil proyek gedung seratus lantai.


Dalam bisnis, kita harus tahu kapasitas. Serta tidak mudah tergiur dengan yang wah namun diluar batas kemampuan. ’’Dimulai dari titik dimana kita berada. Jika kita utun, pasti akan naik tahap demi tahap,’’ paparnya.


Prinsip ini juga pas dalam konteks beragama. ’’Dalam mengajak ke jalan Tuhan, kita jangan ngotot harus langsung pidato di depan massa banyak,’’ paparnya. Namun harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan kelompok terkecil. ’’Setelah orang tahu kapasitas kita, pasti akan naik dengan sendirinya,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh