Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hobi Masa Kecil yang Keterusan

Rojiful Mamduh • Selasa, 8 Juni 2021 | 01:02 WIB
BAGI Suparto, membuat wayang bukan hanya soal uang.  Wayang punya seja
BAGI Suparto, membuat wayang bukan hanya soal uang. Wayang punya seja

JOMBANG - Bagi Suparto, membuat wayang bukan hanya soal uang.  Wayang punya sejarah dalam hidupnya. Ia telah membuat banyak wayang dari berbagai bahan sejak kecil.


Dia telah puluhan tahun menekuni usaha pembuatan wayang. Kebiasaan membuat wayang telah tumbuh sejak ia kecil. ’’Sejak masih SR (Sekolah Rakyat, setara SD,Red) saya sudah bisa buat wayang. Karena sejak kecil memang hobi wayang kulit,” ungkapnya.


Kebiasaan ini lahir dari kegemarannya menonton wayang. Saat kecil, ia hidup di Jawa Tengah dan akrab dengan budaya wayang. Mulanya, ia hanya jadi penonton.


Menginjak usia 10 tahun, ia mulai hafal dengan seluk beluk serta karakter wayang. Ia pun mulai membuat wayang dari kardus. ’’Waktu itu yang mudah ditemui kertas kardus. Setelah jadi ternyata bagus, saya buat mainan sendiri,’’ terangnya.


Setelah dewasa, ia masih kerap membuat wayang dari kertas untuk koleksi dan kesenangannya pribadi. Hingga 10 tahun lalu saat pindah ke Jombang, ia merenovasi rumah dan menemukan lembaran karpet plastik yang digunakan untuk tambahan atap rumah.


Bahan karpet itu, dia gunting menjadi bentuk-bentuk karakter wayang. ’’Awalnya saya buat pandawa lima, ternyata laku dibeli sama orang Tulungagung,’’ tambahnya.


Ia kemudian mencoba kembali membuat wayang dari bahan yang sama. Kali ini membuat karakter punakawan.


’’Saat dipajang, ternyata laku juga. Akhirnya saya mulai membuat wayang dengan bahan karpet sampai sekarang,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh