Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

46 Tahun Patung Brigjen Kretarto di Jombang

Rojiful Mamduh • Minggu, 23 Mei 2021 | 15:30 WIB
JOMBANG – Tak banyak pahlawan yang dijadikan patung sebagai bentuk pen
JOMBANG – Tak banyak pahlawan yang dijadikan patung sebagai bentuk pen

JOMBANG – Tak banyak pahlawan yang dijadikan patung sebagai bentuk penghargaan atas jasanya. Salah satunya, patung Brigjen Kretarto yang dibuat sejak 46 tahun lalu. Patung ini diresmikan bareng peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1975 silam.


Brigjen Kretarto sendiri pejuang yang  berperan penting dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan di Jombang 1945-1949. Pak Kret, sapaannya, pernah menjabat Komandan  CoPP 5 yang berubah menjadi STM (Sub Teritorium Militer) Surabaya, dengan membawahi sejumlah pasukan. Yakni Batalyon Hizbullah, TRIP, Tentara Genie Pelajar (TGP), Mobile Brigade (Mobrig) Polisi dan TKR.


Data yang didapat Jawa Pos Radar Jombang dari saksi sejarah pendirian patung, Mudjito Nurgo Sumarno menyebut, patung


Brigjend Kretarto didirikan berdasar Surat Keputusan Panglima Daerah Militer V / Brawijaya No SKEP/92-3/V/1975 tanggal 13 Mei 1975. Dalam Skep itu, dijelaskan jika Pemkab Jombang diminta untuk memprakarsai pembuatan patung Brigjen Kretarto di Jombang.


“Hal ini  sebagai rangkaian dari pembangunan monumen-perjuangan serupa di Jawa Timur,” terang saksi sejarah pembangunan monument ini. Bermula dari surat keputusan itulah, Pemkab Jombang akhirnya membuat patung yang diserahkan kepada ST Bambang Triadji. Pengerjaannya dilakukan di Arca Kencana Art Gallery, Yogyakarta.


Hingga saat 20 Mei 1975, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, patung itu resmi dipasang. Lokasi awalnya berada di simpang tiga Jl Gatot Subroto Jombang. “Tertulis Pemkab Jombang bertanggung jawab atas pemeliharan (patung Kretarto,Red) selama-lamanya,” lanjutnya.


Mudjito yang sempat hadir dalam peresmian patung, menggambarkan bagaimana prosesi peresmian patung yang berjalan sangat meriah. Selain sejumlah siswa wajib hadir bahkan menjadi choir, keluarga Brigjen Kretarto juga ikut hadir. “Saat itu Pangdam V Brawijaya dan pihak keluarga Brigjen R Kretarto, diwakili  RNg Roekmini beserta putra beliau,” imbuh dia.


Setelah 20 tahun berada di simpang tiga Mojongapit, patung Kretarto kemudian dicabut dari lokasi aslinya 1995. Di atas patung itu kemudian dipasang monumen Adipura yang bertahan hingga sekarang. Sementara patung Kretarto tidak dihancurkan. Patung ini sempat dititipkan di Kantor PU Bina Marga Jl KH Wahid Hasyim selama dua tahun.


Hingga 5 Oktober 1997, bertepatan dengan ulang tahun TNI ke-52, patung itu kembali didirikan di simpang tiga depan PG Djombang Baru. Dari data yang didapat Mujito, pemindahan patung ini atas permintaan Bupati Jombang kala itu, Soewoto Adiwibowo.


“Lokasi pemindahan patung berkaitan dengan permintaan Bupati Jombang. Jadi patung itu ditaruh di lokasi, dimana dulu Markas Komando Resimen 32, Divisi VI Tarunama di Pabrik Gula Jombang baru,” lontarnya.


Hingga kini, patung Brigjen Kretarto masih berdiri gagah di dekat PG Djombang Baru. Kendati dalam beberapa tahun terakhir, perawatan patung terlihat belum maksimal. Mungkin banyak yang belum tahu sejarah patung tersebut. “Jika mereka tahu dan jasanya yang besar bagi Jombang juga Indonesia. Maka diharapkan perawatan dilakukan lebih baik,” pungkas penulis buku Pertahanan Gerilya Kretarto ini.


Editor : Rojiful Mamduh