Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kemenangan Tergantung Kelemahan dan Kelebihan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 22 Mei 2021 | 15:50 WIB
Ajaran karate ke-13 yakni kemenangan tergantung pada keahlian membedak
Ajaran karate ke-13 yakni kemenangan tergantung pada keahlian membedak

Ajaran karate ke-13 yakni kemenangan tergantung pada keahlian membedakan titik-titik yang mudah diserang dan yang tidak. Untuk menang harus tahu kapasitas. Tahu kelemahan dan kelebihan diri. Serta tahu kelemahan dan kelebihan lawan. ’’Bahasa Jepangnya; Tekki ni yotte tenka seyo. Inggrisnya; Victory depends on your ability to distinguish vulnerable points from invulnerable ones,’’ kata Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jombang, Kwat Prayitno,60, kemarin.


Dalam beladiri karate, teknik dikendalikan sesuai dengan keinginan karateka. Diarahkan pada sasaran yang tepat secara spontan. Jarak yang benar dan waktu yang tepat. Dilancarkan dengan kekuatan maksimal dan kesadaran penuh agar tidak mencederai lawan dan dianggap tidak terhormat. Cari sasaran yang mudah dijangkau dan diserang serta tidak membahayakan keselamatan lawan atau diri sendiri sehingga mudah dikendalikan.


’’Karateka harus tahu kapasitas,’’ ucap anggota dewan guru Inkanas nasional ini. Saat latihan, karateka harus sesuai kelasnya. ’’Misalnya belum hafal teknik dasar, ya harus fokus menghafal teknik dasar,’’ terangnya. Setelah hafal teknik dasar, baru beranjak ke teknik yang lebih tinggi.


Dalam kompetisi, karateka juga harus tahu kapasitas diri. ’’Jika belum pernah juara level kabupaten, ya jangan ngotot tampil di kejuaraan tingkat provinsi apalagi nasional,’’ urai pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini.


Dalam bisnis, melihat kelemahan dan kelebihan ini juga sangat penting. ’’Agar sukses dalam bisnis, harus punya produk knowledge yang bagus,’’ ujar pria yang sudah 40 tahun lebih berwirausaha ini. Pengetahuan yang harus dikuasai minimal tentang empat hal. ’’Biasanya disingkat 4P,’’ ucapnya. Produk, place (tempat), price (harga) dan promosi. Kita harus punya keunggulan dalam empat hal itu. Kelemahan disatu titik, harus ditutup dengan keunggulan di titik yang lain. ’’Kalah dalam satu hal, harus menang dalam hal yang lainnya,’’ bebernya.


Dalam berhubungan dengan Tuhan, prinsip tahu kapasitas juga sangat penting. ’’Jika kapasitas kita adalah mendengarkan firman Tuhan, ya mendengarkan saja lalu diamalkan. Ini sudah bagus. Jangan ngotot minta harus jadi imam atau pengkhotbah,’’ paparnya.


Editor : Rojiful Mamduh