Jajanan brondong makin sulit dicari. Jajanan ini sampai sekarang masih dibuat warga Dusun Ngumpak, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Meski proses pembuatannya sangat rumit. Seperti apa?
ACHMAD RIZA WAD’ULLAH, Ploso
SEORANG wanita paruh baya, terlihat duduk di sebuah rumah kayu di Dusun Ngumpak. Ia terlihat tenang, meski kedua tangannya terlihat tak diam dan terus bergulat dengan benda berwarna putih. Benda putih itu diambil dari dalam plastik besar, kemudian digenggam.
Setelah mulai padat, benda ini diputar dengan telapak tangan hingga membentuk bulatan sempurna. “Ini brondong ketan, prosesnya dibentuk jadi bulat biar bisa dijual,” terang Nur Fadilah, 51, salah satu perajin brondong.
Proses pembentukan yang dilakukannya, adalah tahapan akhir yang memang terlihat mudah. Sebelum dibentuk jadi bulat, jajanan ini melalui proses panjang nan melelahkan. Dimulai dari mendatangkan padi ketan yang harus benar-benar kering. “Ketan juga harus asli, tidak bisa dicampur, karena tidak akan jadi brondong,” lanjutnya.
Ketan yang masih berbentuk butiran tertutup kulit ini harus didiamkan dulu di tanah atau lantai selama satu malam. Tujuannya, agar gabah benar-benar dingin sebelum digoreng. “Kalau dingin baru digoreng, apinya harus benar-benar besar dan dijaga, supaya matang merata, dan gabah bisa merekah semua,” imbuh dia.
Setelah merekah dan mengeluarkan bagian putih, gabah harus diangkat untuk diayak. Pengayakan ini dilakukan untuk memisahkan bagian berondong dan kulit. “Pengayakan selesai, masih harus disortir lagi, karena biasanya masih banyak kulit yang menempel. Proses penggorengan sampai pengayakan ini biasanya dua hari,” tambahnya.
Setelah seluruh berondong terpisah dari kulit, barulah proses pendinginan. Pendinginan kedua ini lebih cepat. Biasanya ia maupun pembuat jajanan jadul lainnya di Dusun Ngumpak menggunakan tikar pandan sebagai alas.
Setelah benar-benar dingin, barulah brondong disiram larutan gula yang telah dilelehkan. Selain sebagai pemanis, penyiraman gula juga berfungsi untuk melengkatkan dan memudahkan pembentukan brondong menjadi bulat. “Kalau sudah disiram gula, baru bisa dibentuk bulat begini,” lontarnya sembari membentuk brondong.
Jika ditotal, dari gabah hingga menjadi brondong siap jual, Fadilah menyebut perlu waktu hingga lima hari. Brondong yang sudah siap, akan dijual seharga Rp 2.000 tiap plastik. “Satu plastik berisi tiga butir brondong, kalau menjualke pasar Jombang, sudah ada pengepul,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh