JOMBANG - Banyaknya pekerja migran yang pulang ke Kabupaten Jombang menjadi perhatian serius kalangan dewan. Terlebih ditemukan salah satu di antaranya terdeteksi positif Covid-19.
M. Syarif Hidayatullah Wakil Ketua Komisi D meminta Satgas Covid-19 melakukan pengawasan dan penanganan ekstra terhadap pekerja migran yang masuk ke Jombang.
”Terlebih ada yang sudah ditemukan satu pakerja yang terpapar Covid-19,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.
Salah satu yang menjadi kekhawatirannya potensi masuknya virus korona varian terbaru yang tidak menutup kemungkinan dibawa pekerja migran. Apalagi sudah banyak virus korona yang baru masuk di Indonesia. ”Karantina harus benar-benar dilakukan pengawasan dan pemeriksaan yang ketat,” terangnya.
Dia pun mendorong proses tracing terhadap kontak erat pekerja migran asal Brebes, Jawa Tengah yang terkonfirmasi Covid-19 dilakukan secara cepat dan tuntas. ”Tracing harus dilakukan maksimal,” tegasnya.
Gus Sentot juga mengingatkan fasilitas ruang karantina harus benar-benar dipersiapkan dengan matang dan lengkap sesuai standar lokasi kekarantinaan. ”Jangan sampai yang masuk tempat karantina menjadi tidak nyaman. Sehingga, harus dilakukan dengan baik,” ungkapnya.
Dikatakannya, memang karantina ini sangat penting untuk dilakukan, meningat wabah Covid-19 ini masih belum hilang dan justru muncul varian baru. ”Sehingga ini memang perlu dilakukan. Karena dikhawatirkan akan menular pada keluarga pekerja migran juga. Karena ini bisa mendeteksi orang tersebut terpapar atau tidak,” katanya. Kendati demikian, dirinya juga berharap perawatan dan penanganan karantina bisa dilakukan dengan maksimal. ”Dengan begitu, meski ada pekerja migran yang pulang ke Jombang, penyebaran virus tetap bisa dikendalikan,” pungkas Syarif.
Sebelumnya, satu pekerja migran yang baru pulang dari Malaysia dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Meski tak menujukkan gejala, perempuan asli Brebes, Jawa Tengah harus menjalani karantina di RSUD Jombang selama 10 hari.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab membenarkan terkait adanya salah satu pekerja migran yang terdeteksi positif terjangkit Covid-19. ”Jadi memang benar, ada satu yang positif. Saat ini dirawat di RSUD Jombang,’’ ujar bupati di sela-sela pengecekan lokasi karantina di Puskesmas Blimbing, Kecamatan Gudo, kemarin (10/5).
Lebih jauh bupati menambahkan, satu pekerja migran yang diketahui baru datang dari Malaysia secara kependudukan bukan asli warga Jombang. Melainkan warga Brebes, Jawa Tengah. ” Rencana mau menikah dengan warga Jombang. Kondisinya sehat, tanpa gejala namun sesuai prosedur maka kita karantina di RSUD Jombang,’’ tambahnya.
Terhitung sejak 13 April hingga hari ini (kemarin, Red) tercatat ada 49 pekerja migran yang sudah pulang ke Jombang. Dari jumlah itu, ada satu yang terkonfirmasi Covid-19. ”Kalau yang karantina di Puskesmas Blimbing kondisinya negatif. Tadi sudah kita jenguk dan sehat,’’ papar dia.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan ada satu pekerja migran yang positif Covid-19. Perempuan asal Malaysia berinisial Yl tersebut sudah menjalani karantina selama delapan hari. ”Jadi dia sebelumnya sempat dikarantina di Puskesmas Cukir, kemudian sesuai prosedur karena positif kita rawat di RSUD Jombang,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Pudji menambahkan, pekerja migran yang dinyatakan positif Covid-19 harus menjalani karantina hingga negatif Covid-19 sebelum ia boleh pulang bertemu keluarganya. ”Sesuai jadwal kita karantina hingga tanggal 12 Mei. Kalau nanti hasil swab-nya negatif maka kita perbolehkan pulang,’’ pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh