Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pedagang Oleh-Oleh Bandarkedungmulyo Jombang Lesu

Rojiful Mamduh • Minggu, 16 Mei 2021 | 15:30 WIB
JOMBANG – Pedagang oleh-oleh yang berjualan di sepanjang Jl Raya Banda
JOMBANG – Pedagang oleh-oleh yang berjualan di sepanjang Jl Raya Banda

JOMBANG – Pedagang oleh-oleh yang berjualan di sepanjang Jl Raya Bandarkedungmulyo Jombang, tampak lesu kemarin. Ini setelah omset hasil penjualan mereka anjlok hingga 90 persen. Penyebabnya, karena larangan mudik yang membuat pembeli semakin sepi.


Pantauan di lokasi, tampak deretan kios yang menjual aneka oleh-oleh sepi pembeli. Beberapa aneka oleh-oleh khas Jombang, Kediri maupun Nganjuk juga berjajar rapi. Seperti tahu taqwa, getuk, krupuk tahu maupun krupuk pedas. Bahkan, sejumlah kios tutup hingga dipenuhi debu.


Hadi Nur Ikwan, 41 salah satu pedagang oleh-oleh Bandarkedungmulyo menyampaikan, pedagang yang masih bertahan untuk berjualan, bisa dihitung jari.  ”Karena ini satu satunya penghasilan kami,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.


Meski begitu, ia mengaku jika omset penjualannya anjlok drastis. Penyebabnya, tak lain larangan mudik yang diberlakukan pemerintah sehingga kendaraan yang melintas sangat terbatas. ”Sebelum Covid-19, masa-masa seperti ini banyak yang beli. Utamanya rombongan bus dan mobil penumpang,’’ tambah dia.


Kini, dalam sehari, jumlah pembeli yang datang kepadanya bisa hitung dengan jari. Hadi menyebut, omzetnya anjlok hingga 90 persen. ”Dahulu sebelum Covid-19, sehari bisa mendapat omzet hingga Rp 1 juta. Sekarang untung-untungan kalau ada yang mampir,’’ tambahnya lagi.


Dua tahun sebelum Covid-19 melanda, pembeli yang datag+dari berbagai daerah selalu mampir ke sejumlah kios yang berjajar di sepanjang Jl Bandarkedungmulyo itu. Baik dari daerah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. ”Kalau pembeli saya banyak, ada yang dari Ponorogo, Madiun, Ngawi. Tapi sekarang jarang sekali yang mampir,’’ tandas dia.


Ia pun mengaku pasrah dengan kondisi ini. Apalagi upaya pemerintah memberlakukan larangan mudik juga sebagai bentuk upaya menekan angka Covid-19 yang tak kunjung menurun. ”Ya mau bagaimana lagi, kami rakyat kecil tidak bisa berbuat banyak,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh