Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wasit Karate Nasional Perempuan Pertama

Rojiful Mamduh • Minggu, 16 Mei 2021 | 03:34 WIB
JOMBANG – Jombang tidak hanya gudang atlet karate berprestasi. Namun j
JOMBANG – Jombang tidak hanya gudang atlet karate berprestasi. Namun j

JOMBANG – Jombang tidak hanya gudang atlet karate berprestasi. Namun juga gudang wasit dan juri karateka. Satu-satunya wasit karate nasional perempuan ada di Jombang. Dia adalah Nurhayati, 42. ’’Saya ikut karate sejak 1987, waktu itu masih kelas 5 SD,” ungkap wasit kelahiran 10 Oktober 1979.


Saat itu, satu-satunya latihan karate di Jombang berada di Kodim 0814 Jombang. ’’Guru karate pertama saya adalah senpai Kwat Prayitno,’’ terangnya. Kwat merupakan salah satu anggota dewan Inkanas nasional.


Memiliki karakter tomboy, Nurhayati mengaku, awalnya iseng ikut karate. ’’Saya dulu tomboy, cewek sendiri dari lima bersaudara,” ujarnya.


Ia tertarik ikut latihan karate karena sang kakak. ’’Kakak saya hanya latihan satu tahun. Sedangkan saya bertahan sampai sekarang,’’ bebernya.


Keisengan Nurhayati berbuah manis. Ia meraih medali pertamanya pada kejurda Forki di Surabaya 1991. ’’Medali perak di kategori kumite (tanding),’’ jelasnya.


Pada 1992, ia mendapatkan perunggu kumite junior piala Mendagri di Pontianak. ”1995 saya masuk tim pra PON, tapi belum beruntung,” kenangnya.


Menurutnya, perjuangan karateka dulu tak sama dengan sekarang. Dulu, hanya ada dua kategori, yaitu senior dan junior. Sehingga persaingannya ketat dan berat. ’’Sekarang banyak kelas yang diklasifikasikan dengan berat badan,’’ paparnya.


Pada 2002, Nurhayati masuk kategori senior. Namun ia sudah tidak ingin melanjutkan di dunia atlet. Ia ingin lanjut di perwasitan.


’’Pertama ikut penataran wasit nasional 2002 di Makassar,’’ bebernya. Kala itu, dia menjadi wasit nasional perempuan pertama di Jatim. ’’Sampai saat ini, saya satu-satunya wasit nasional perempuan di Jombang,’’ terangnya. ’’Kalau di Jatim, sekarang sudah banyak,” tambahnya.


Dia beralih ke perwasitan demi memperkuat tim Jombang. Saat itu pilihannya hanya dua, tetap jadi atlet atau mau jadi wasit. ’’Saya pilih jadi wasit saja,’’ jelasnya.


Saat ini, ia juga memimpin Dojo Satria Jombang yang bermarkas di Kodim 0814 Jombang. Dojo Satria berdiri 28 Januari 2014. Guna kembali menghidupkan karate di Kodim 0814.


Saat ini, anggotanya cukup banyak, 40-50 karateka. Latihannya tiga kali sepekan, Senin, Kamis dan Sabtu. Pukul 15.30-17.30.


”Alhamdulillah meskipun saya spesialis kumite, tapi banyak anggota saya yang berprestasi di kategori kata (seni),’’ paparnya.


Dia bertekad menunjukkan, dimanapun latihan bisa juara. ’’Latihan dimanapun, asal dilakukan dengan serius akan mencetak atlet berprestasi dan berjiwa satria,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh