Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hidup Yang Berarti

Rojiful Mamduh • Minggu, 9 Mei 2021 | 15:10 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, me
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, me

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin.  Terutama tentang pentingnya membuat hidup kita berarti. ’’Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri,’’ tuturnya mengutip Galatia 6:3.


Sudah berartikah hidup kita selama ini? Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan, agar hidup ini tidak sia-sia.


Hidup ini adalah anugerah terbesar dari Tuhan. Dan tidak ada seorang pun yang bisa berkata, hidup yang ia jalani ini hanyalah sebagai sesuatu yang kebetulan saja. Apalagi berkata:  ’’Karena aku lahir ke dunia ini, yah... dijalani saja, mengalir ikut arus. Buat apa terlalu ngoyo!"


Sebagai orang yang percaya, kita patut mengerti, ketika seseorang dipercaya untuk hidup, berarti ada tujuan dan rencana Tuhan yang indah dan luar biasa di dalamnya.  Karena sejak dari semula, Tuhan telah memiliki rencana yang agung bagi kehidupan manusia. Namun, bagaimana kita menjalani hidup dan bagaimana supaya hidup yang kita jalani ini berarti, adalah sebuah pilihan masing-masing. Dua ayat dalam Alkitab dibawah ini menunjukkan, hidup kita di dalam Tuhan Yesus memiliki tujuan atau rancangan Allah.


Yesaya 43:7, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"


Yeremia 29:11, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan. Yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Banyak orang yang menyia-nyiakan hari-hari dalam hidupnya dengan hal-hal yang tidak berarti. Bahkan salah jalan. Sehingga hidupnya menjadi kesaksian yang tidak baik bagi orang lain. Yang Tuhan mau, setiap orang percaya memiliki hidup yang berarti. Karena Tuhan telah merancangkan kehidupan yang baik dan masa depan baik bagi setiap kehidupan orang percaya. Hidup kita sebagai orang percaya dirancangkan untuk kemuliaan Allah.


Jadi, rancangan Tuhan bagi kehidupan kita adalah baik adanya, tidak ada rancangan yang tidak baik atau jahat. Itulah sebabnya, kita harus berusaha bagaimana supaya hidup kita ini berarti dan sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Kita harus bertanggung jawab dengan kehidupan kita masing-masing.  Kita diberi talenta untuk dikembangkan, diberi potensi untuk kita maksimalkan. Perhatikan tekad Rasul Paulus, ’’Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah,’’ Filipi 1:21-22a.


’’...Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku,’’  Galatia 2:20a.


Jadi, hidup yang berarti adalah hidup yang berbuah bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.


Dalam hidup ini harus ada buah-buah roh yang dihasilkan. Yaitu ’’Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri,’’ Galatia 5:22-23a. ’’Sudahkah itu menjadi bagian hidup kita sehari-hari? Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh