JOMBANG - Pelaksanaan program bantuan keuangan (BK) khusus yang didanai dari PAK APBD 2020 amburadul. Banyak pengerjaan diduga belum tuntas, bahkan melewati batas tahun anggaran. Salah satunya dikarenakan pencairan mepet akhir tahun.
Salah satunya terpantau di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno. Untuk kegiatan rehab pendopo, pemkab menggelontorkan BK sebesar 125 juta. Hingga kini pengerjaan di lapangan belum tuntas.
Pantauan koran ini Minggu (4/4) kemarin, nampak bangunan pendopo Desa Gedangan masih amburadul. Kondisi atap masih melongo, hanya pasangan rangka atap termasuk kegiatan pengecoran. Bahkan kondisi lantai masih belum terpasang keramik.
Saat dikonfirmasi, Kades Gedangan Soekarno mengakui pembangunan pendopo menggunakan anggaran BK tahun 2020, sebesar Rp 125 juta. Dia berdalih anggaran dari BK hanya cukup untuk pembangunan pondasi dan pemasangan baja WF. ”Sebenarnya uang tersebut hanya untuk pembangunan pondasi dan pemasangan baja WF untuk atap,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Dirinya menambahkan, sehingga untuk pekerjaan hanya sebatas itu (pondasi dan pemasangan baja WF). ”Memang terlihat seperti mangkrak karena kayak terlihat penyangga-penyangganya saja. Tapi di RAB (Rencana Anggaran Belanja) ya itu sudah selesai,” katanya.
Bahkan, untuk pemasangan gavalum dan menutup atap dirinya menargetkan dalam minggu depan sudah tuntas. Ia mengakui, pekerjaan itu sudah di luar RAB. ”Untuk pemasangan gavalum nanti sudah diluar RAB. Kami menargetkan untuk minggu depan sudah selesai,” ungkapnya.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Camat Mojowarno Arief Hidajat mengatakan, memang beberapa desa di Kecamatan Mojowarno mendapat BK. ”Kalau tidak salah ada lima atau enam desa yang mendapat BK. Saya lupa,” terangnya.
Dirinya merinci, untuk desa yang mendapat bantuan di antaranya Desa Gedangan, Sidokerto, Grobogan, Latsari, Karanglo. ”Yang satu kalau tidak salah dari Desa Mojoduwur atau Desa Menganto,” katanya.
Arief mengakui, dari kesuluran desa yang mendapat bantuan, Desa Gedangan masih belum menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, pihaknya sudah mengklarifikasi ke pemerintah desa setempat. ”Ya yang jelas kami sudah ketemu dengan kepala desa. Infonya pekerjaan dikarenakan proses pengecoran yang membutuhkan waktu yang lama. Tapi kami sudah meminta untuk segera menyelesaikan,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Arief pencairan BK tahun 2020 pada Desember. Sehingga, itu juga mejadikan pekerjaan agak terlambat. ”Ya kalau tidak salah itu akhir tahun (pencairannya, Red” pungkas Arief.
Di lokasi lain, pengerjaan tembok penahan tanah di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek dari dana BK khusus 2020 sebesar 350 juta juga melewati batas tahun anggaran. Pantauan di lokasi, papan proyek terpasang tak jauh dari lokasi. pengerjaan dengan Volume (166 X 1,5X0,6 X 2 sisi. Titiknya berada di Dusun Watugaluh Krajan-Penanggalan.
Kegiatan dimulai 21 Desember 2020, finish pada 9 Februari 2021. Dananya bersumber dari Bantuan Khusus (BK) senilai Rp 350 juta.
Sarno warga sekitar menerangkan, pembangunan tembok itu baru saja selesai dikerjakan. ’’Baru selesai, kalau nggak salah satu bulan yang lalu,’’ kata Sarno kepada Jawa Pos Radar Jombang di lokasi.
Dikatakan, informasi yang dia terima pembangunan tembok itu belum sepenuhnya kelar. ’’Katanya kemarin belum selesai, soalnya dananya habis nggak cukup. Hanya Rp 300 juta saja, tapi seperti apa pastinya saja juga kurang tahu,’’ beber lelaki ini.
Dia juga mengaku heran dengan panjang tembok yang dibangun tak sama. Hanya satu siji yang memanjang hingga sekitar 100 meter. Satu sisi lainnya dibiarkan terputus. ’’Itu batu kalinya masih dibiarkan di situ,’’ terang dia.
Tidak hanya itu masih menurut Sarno, pengurukan juga tak dilakukan menyeluruh mengikuti panjang tembok yang dibangun. ’’Jadi jalannya ini dulu ledok lalu diuruk. Katanya kemarin uruknya ini yang bikin banyak keluarnya,’’ papar lelaki ini.
Karena tak menyeluruh lanjut dia, sementara pembangunan tembok itu seakan terputus. ’’Mestinya kalau proyek kan bangun panjangnya ini sama. Ini yang satu sampai jauh, satunya cuma dekat,’’ beber dia sembari menunjuk bangunan tembok itu.
Senada Wati warga lainnya mengakui, tembok itu baru saja dibangun. ’’Februari selesai bangunnya, setelah itu tidak dilanjutkan atau memang sudah selesai saya kurang tahu,’’ sahut Wati.
Dia yang juga petani setempat mengakui, pembangunan tembok dilaksanakan pada 2021. ’’Awal bangun ya pokoknya tahun ini,’’ pungkas dia kemudian berlalu.
Editor : Rojiful Mamduh