Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sabut Kelapa Jadi Kerajinan Rupa-rupa

Rojiful Mamduh • Selasa, 30 Maret 2021 | 01:24 WIB
BAGI sebagian orang, melihat dan memperlakukan sabut kelapa tentu berb
BAGI sebagian orang, melihat dan memperlakukan sabut kelapa tentu berb


JOMBANG - Bagi sebagian orang, melihat dan memperlakukan sabut kelapa tentu berbeda. Sebagian mungkin melihatnya sebagai sampah, sebagian menilainya cocok untuk kayu bakar.



Namun hal itu tidak berlaku bagi Sodiq, 55. Di tangan warga Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan ini, sabut kelapa disulap menjadi produk kerajinan tangan bernilai tinggi dan makin digandrungi.



Sebuah rumah di Dusun/Desa Bongkot, nampak tumpukan  sabut kelapa menggunung. Beberapa di antaranya terlihat sudah dianyam dengan kawat. Namun banyak juga yang terlihat masih teronggok dengan bentuk aslinya.



Dua orang pria, terlihat sibuk di belakang sebuah meja kayu. Keduanya terlihat menyusun dan menganyam sabut-sabut kelapa menjadi sejumlah produk kerajinan berharga. Di antaranya, pot bunga, tas dan kerajinan tangan lainnya. ”Ini mau dibentuk jadi pot juga keranjang,” terang Sodiq, 55, pemilik usaha ini.



Sodiq, menyebut sudah setahun belakangan menjadi perajin pot bunga dan kerajinan lain berbahan sabut kelapa ini. Ide membuat kerajinan ini, disebutnya datang saat ia melihat banyak sabut kelapa kering tak termanfaatkan dengan baik. ”Biasanya paling banter jadi keset kan. Nah saya awalnya mencoba-coba buat kreasi lain, ternyata jadi juga, dan banyak peminatnya,” lanjutnya.



Di rumah yang sekaligus bengkelnya ini, setiap harinya ia menyulap timbunan sabut kelapa kering yang telah dipisah dari kulit luarnya, menjadi berbagai macam kerajinan bernilai ekonomi.



Sabut-sabut ini dirangkainya dengan kawat hingga membentuk tas kecil hingga pot bunga yang menarik dan indah. ”Tidak indah saja, pot-pot ini juga banyak fungsinya, apalagi buat kolektor-kolektor bunga dan tanaman merambat, kan bagus,” tambahnya.



Dibantu salah satu keluarganya, bapak lima anak ini mampu menghasilkan tujuh hingga delapan pot bunga berbahan sabut kelapa setiap harinya.



Produk-produk ini, ia jual dengan harga yang bervariasi, tergantung ukuran. ”Paling murah Rp 5 ribu, yang paling besar itu Rp 30 ribu,” rincinya.


Kendati terhitung baru, produk pot bunga buatannya ternyata sudah sampai merambah pasar luar jawa, seperti Sumatera dan beberapa wilayah lain di Indonesia. ”Karena penjualannya lebih banyak di online, selain juga dikirim ke beberapa pedagang pasar,” pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh