Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kreativitas Rendi Akbarosa Membuat Kerajinan Diorama dari Stik Es Krim

Rojiful Mamduh • Selasa, 16 Maret 2021 | 15:25 WIB
Berawal dari hobi merakit minatur rumah-rumahan dari stik es krim, kin
Berawal dari hobi merakit minatur rumah-rumahan dari stik es krim, kin


Berawal dari hobi merakit minatur rumah-rumahan dari stik es krim, kini Rendi bisa meraup dari penjualan kreativitas tangannya itu. Ya, Rendi beberapa bulan ini tengah sibuk menggarap beberapa pesanan diorama berbahan stik es krim.




ANGGI FRIDIANTO, Jombang




SIANG itu, Rendi tampak sibuk menghitung tumpukan stik es krim di teras rumahnya, Jl Pahlawan No 115, Kelurahan Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Usai dihitung jumlahnya, Rendi kemudian mengambil lem kayu untuk merekatkan potongan-potongan stik es krim itu menjadi diorama atau miniatur suatu benda berbentuk tiga dimensi. ”Ya ini berawal dari hobi, karena sejak kecil suka membuat kerajinan dari stik es krim,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (15/3).



Dari stik es krim tersebut, ia bisa membuat miniatur berbagai benda. Seperti rumah, kapal, kantor hingga diorama yang menggambarkan permukiman di sebuah kota. ”Banyak model-modelnya. Ada rumah, kapal feri, maupun kapal layar seperti ini,’’ tambahnya.



Untuk menambah nilai estetik kerajinan yang dia buat, Rendi menambahkan beberapa pernak pernik lain. Seperti pohon, rumput, hingga taman maupun kolam renang. ”Ya sentuhan pernah-pernik memang perlu agar membuat kesan lebih hidup,’’ terangnya.



Rendi menuturkan, untuk bisa membuat produk miniatur dari stik es krim butuh keuletan dan kesabaran. Terutama saat merangkai stik es krim sesuai dengan konsep yang dipikirkan.



Bagi rendi, membuat diorama gampang-gampang sulit. Untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas, tidak bisa dikerjakan asal-asalan dan butuh proses cukup panjang. Untuk menyelesaikan satu produknya membutuhkan waktu berhari-hari. ”Ya tergantung tingkat kesulitan, bisa satu minggu hingga 10 hari. Kalau seperti kapal ini bisa selesai dalam 10 hari,’’ jelas dia.



Semakin rumit miniatur yang dibuat, waktu yang dibutuhkan juga cukup lama. Seperti produk diorama kompleks permukiman misalnya, ada beberapa pernak -pernik tambahan yang diperlukan sehingga membutuhkan waktu hampir dua minggu. ”Itu sudah termasuk ruang dalam, lampu, pewarnaan lengkap semua,’’ jelas dia.



Rendi menjual kerajinan tangannya dengan harga yang cukup bervariatif, mulai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung kesulitan. ”Kalau kapal seperti ini saya jual agak mahal, karena ini kan rumit sekali,’’ papar dia.


Salah satu tantangannya Rendi di wilayah pemasaran produk. Selama ini dia hanya mengandalkan media sosial untuk mempromosikan kerajinannya. ”Sementara saya jualnya di Jombang saja, ya mengandalkan online seperti Facebook dan Instagram juga,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh