Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pentingnya Menjaga Komitmen

Rojiful Mamduh • Minggu, 14 Maret 2021 | 15:05 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, me
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, me


Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya menjaga komitmen. ’’Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja,’’ tuturnya mengutip Daniel  1:8.



Sebuah kisah yang sangat menarik untuk menjadi pelajaran dan tentu sangat memberkati kita dari kisah Daniel.



Mungkin kita pernah atau bahkan sudah berulang kali mengucapkan kalimat; "Saya akan berkomitmen."



Tetapi apakah kita memahami makna kalimat tersebut? Jujur saja, bukankah kita kerap melanggar apa yang menjadi komitmen kita?



Arti paling sederhana dari komitmen adalah janji!



Kita berjanji untuk melakukan ini atau tidak lagi melakukan itu dan memutuskan untuk bersikap begini atau begitu.



Nah, bagaimana dengan kita, apakah kita konsisten dengan komitmen kita?



Komitmen adalah perkataan yang menyatakan sebuah kesanggupan untuk melakukan sesuatu. Komitmen juga berarti kita selalu bersedia untuk melaksanakan janji kita tidak hanya pada saat ini, tetapi berkelanjutan dan secara terus menerus!



Komitmen dibangun dengan sebuah kasih yang tulus tanpa kepura-puraan. Demikian pula jika kita hendak berkomitmen kepada Tuhan! Karena ketika kita berkomitmen kepada Tuhan, berarti kita mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan dan mengandalkan anugerah-Nya, sekalipun ada konsekuensi yang kita hadapi.



Daniel merupakan salah satu teladan dari orang yang berkomitmen teguh. Daniel mengerti perintah Allah untuk menjaga kekudusan dan memantapkan diri tidak memakan makanan dari raja. Daniel menjalankan totalitas hidup di tengah tantangan yang mungkin bisa membuatnya binasa. Namun, pada akhirnya, Daniel mendapatkan kasih karunia, penyertaan, dan berkat Tuhan. Sehingga ia mampu menjaga komitmen serta ketetapan hatinya untuk tidak menajiskan diri. Komitmennya tidak berubah sekalipun sikon di sekelilingnya terus berubah. Daniel dimampukan untuk tetap mengasihi Tuhan sekalipun tekanan hidup menghimpitnya secara hebat.



Sungguh Luar biasa! Lalu, bagaimana dengan kita? Berpegang teguhlah dengan komitmen kita kepada Tuhan untuk tetap percaya, setia dan taat hidup dalam iman dan kebenaran.



"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari Sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka" (2 Tawarikh 7:14).


’’Komitmen melahirkan kesungguhan dan keteguhan dalam menghadapi situasi dan kondisi hidup yang terus berubah-ubah! Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh