JOMBANG - Masjid Ar Roudloh yang terletak di RT 1/RW 8 Dusun Tugu, Desa Kepatihan, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, diyakini lebih tua dari masjid Agung Baitul Mukminin yang didirikan 1935. Masjid yang kerab disebut Masjid Tugu ini didirikan sejak 1918 silam.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, Masjid Ar Roudloh dulu disebut masjid Jamik Jombang. Karena letaknya tepat berada di tengah-tengah Jombang kota. Masjid yang memiliki bangunan sederhana khas masjid lama ini dibangun oleh seorang tokoh agama Habib Husein Al Hadad asal Tegal Jawa Tengah.
”Dari cerita yang saya terima, masjid ini dibangun pertama kali tahun 1918 oleh Habib Husein Al Hadad dan beberapa rekannya. Beliau merupakan tokoh agama keturunanan Arab,’’ ujar Abdullah Assegaf, 39, Ketua Takmir Masjir Ar Roudloh saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang.
Ketika awal dibangun, bangunan masjid tak begitu luas. Hanya 10 x 8 m2 dengan struktur lantai dan dinding biasa dari semen. Tak hanya itu, dahulu masjid juga belum memiliki tempat parkir dan wudlu yang luas seperti sekarang. ”Tempat wudlu awalnya tidak berada di sisi timur, tapi di sisi utara yang sekarang dipakai tempat salat,’’ tambahnya.
Selain untuk siar Islam, tujuan Habib Husein Al Hadad membangun masjid adalah sebagai pusat kegiatan beribadah. ”Memang beliau adalah tokoh agama yang kemudian menetap di sini,’’ tambahnya lagi.
Jika dilihat dari seberang jalan, sekilas masjid ini tampak sederhana. Namun jika masuk ke serambi masjid, suasana sejuk dan adem langsung menyelimuti. Paduan warna putih dan khas keramik model lama masih mendominasi Masjid Tugu ini. Abdullah menambahkan, sejak awal kali dibangun, masjid pernah direnovasi 1980.
Pihak pengurus masjid merubah beberapa struktur mulai dari lantai, dinding, atap hingga menambah lantai di bagian atas. ”Pernah direnovasi sekitar 1980. Bangunan juga lebih luas karena mendapatkan tanah wakaf dari warga sekitar,’’ papar dia.
Renovasi yang kedua, lanjutnya, dilakukan 2005 dengan menambah tempat wudlu. Ditambah pula beberapa ruang pengurus masjid yang berada di sisi timur. ”Saat ini bangunan masjid bisa menampung sekitar 800-an jamaah. Yang terbagi di lantai bawah dan lantai atas,’’ bebernya.
Adapun ciri khusus Masjid Tugu, tidak memiliki tiang atau pilar tengah. Namun ada delapan pilar yang berada di bagian belakang shaf salat. ”Tahun 2005 ada renovasi kuda-kuda di bagian atas untuk memperkuat masjid,’’ pungkas dia.
Editor : Rojiful Mamduh