Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ketika Genangan di Sawah Berubah Jadi Spot Pemancingan Dadakan

Rojiful Mamduh • Kamis, 25 Februari 2021 | 15:25 WIB
Banjir yang surut di Kecamatan Bandarkedungmulyo, membuat beberapa tit
Banjir yang surut di Kecamatan Bandarkedungmulyo, membuat beberapa tit


Banjir yang surut di Kecamatan Bandarkedungmulyo, membuat beberapa titik kini jadi spot pemancingan. Di antaranya areal persawahan yang masih tergenang. Banyak warga yang memanfaatkan surutnya air ini untuk mencari ikan.



 



AINUL HAFIDZ, Bandarkedungmulyo



 



PANAS terik matahari terasa begitu menyengat. Sejumlah warga nampak berderet sembari memegangi joran pancingnya. Payung menjadi salah satu cara mengurangi panasnya terik matahari.



Sesekali joran ditinggal. Kemudian pindah ke tempat lain. Sembari mengangkat gagang pancing untuk melihat kailnya, apakah disambar ikan atau tidak. Ya, aktivitas dadakan itulah yang mulai terlihat di beberapa titik areal sawah. Setelah sebelumnya terendam banjir cukup lama.



Meski sudah surut, sebagian lokasi masih tergenang. Namun air tidak tinggi. Sehingga dimanfaatkan warga untuk mencari ikan, untuk sekadar lauk di rumah atau menambah penghasilan.



Salah satunya Zainul Arifin, warga Desa Karangdagangan ini mengakui, usai air surut beberapa titik jadi tempat pemancingan. ’’Kalau saya ini mancing di Proko (Desa Brangkal, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.



Tak sendirian, bersama dia, warga sekitar banjir juga banyak yang memancing. Warga dari desa lain juga turut serta. Mereka biasanya sejak pagi hingga sore. ’’Pokoknya setelah banjir agak surut, mulai banyak yang mancing,’’ papar dia.



Tidak ada spot tertentu jadi titik tujuan pemancing. ’’Pokoknya yang masih ada airnya kita pancing,’’ celetuknya sembari tertawa. Setelah tempat yang dipilih sesuai, kail dilempar ke titik yang dituju. ’’Tapi ya begitu, harus sabar. Soalnya nggak mancing di tambak,’’ terangnya.



Kendati demikian, terkadang dia masih dapat beberapa ekor ikan. Namun, tidak dalam jumlah banyak. ’’Biasanya dapat lele, kalau tidak begitu ya ikan mujahir. Nggak mesti dapatnya berapa, kalau sore biasanya lebih ramai. Kemarin ada yang dapat 1 kilogram,’’ beber dia.


Tidak hanya para pehobi mancing, beberapa warga lainnya juga memanfaatkan genangan air untuk mencari ikan. Terlebih banyak ikan di kolam yang juga terdampak banjir. ’’Sekarang sudah banyak yang nyetrum, jadi ya susah kalau mancing,’’ pungkas Zainul.


Editor : Rojiful Mamduh