JOMBANG – Memasuki hari ke-10 Sabtu kemarin (13/2), air masih tergenang sekira 50 sentimeter di Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Pantauan di lokasi, air masih menutupi jalan kampung. Akses masuk ke area permukiman. Halaman rumah warga juga demikian, masih banyak yang tergenang. Karena akses masih terendam, beberapa warga memanfaatkan perahu dari kayu untuk melintas. Kayu yang dirangkai sedemikian rupa itu menjadi salah satu transportasi warga sehari-hari.
Sun’an Kades Brangkal mengakui bila air masih belum sepenuhnya surut. Terutama di Dusun Brangkal. Meski begitu, dibanding hari-hari sebelumnya, ketinggian banjir yang menggenangi rumah warga berangsur turun. ’’Mungkin 4-50 sentimeter, yang jelas sekarang sudah mulai surut,’’ imbuh dia.
Dia menyebut, banjir yang melanda desanya berdampak pada infrastuktur jalan dan rumah warga yang rusak. Data sementara, jalan rusak terdapat di Dusun Proko dan Dusun Brangkal. ’’Dusun Proko itu jalan terputus, sementara di Dusun Brangkal jalan kabupaten rusak di bagian tepi,’’ beber Sun’an.
Sedangkan rumah warga yang rusak masih terus didata. ’’Ada beberapa rumah bagian pondasi ikut tergerus,’’ sambung dia. Untuk sementara belum ada langkah yang dilakukan. Baik jalan rusak ataupun rumah yang terdampak banjir. ’’ Tapi kemarin sudah ketemu ibu bupati (Mundjidah Wahab, Red) ketika survei jalan putus. Disampaikan akan segera mungkin diperbaiki pemkab, termasuk rumah rusak,’’ pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh