Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terjangkit Covid-19, Direktur RSK Mojowarno Meninggal

Rojiful Mamduh • Selasa, 26 Januari 2021 | 01:08 WIB
JOMBANG – Dunia medis kembali berduka. Itu setelah direktur Rumah Saki
JOMBANG – Dunia medis kembali berduka. Itu setelah direktur Rumah Saki


JOMBANG – Dunia medis kembali berduka. Itu setelah direktur Rumah Sakit Kristen (RSK) Mojowarno dr Trihardjo Saelan dinyatakan meninggal dunia Sabtu (23/1) malam. Dari hasil uji swab dinyatakan positif terjangkit Covid-19



Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, dr Trihardjo Saelan meninggal pada Sabtu (23/1) malam.


Sebelum meningga, dokter yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mojokerto sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga, Surabaya.



Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran rekan sejawat yang juga pengurus Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Korwil Surabaya Selatan mengatakan, dr Trihardjo Saelan meninggal di RSKI Unair Surabaya.


”Ya beliau meninggalnya di sana,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang (24/1).



Dijelaskan, dr Trihardjo Saelan tidak meninggal karena murni Covid-19, melainkan memiliki komorbid penyakit dalam.


Sebelum dirawat di RSKI Unair Surabaya, ia sempat menjalani perawatan di RSK Mojowarno. Namun karena kondisi semakin memburuk, ia pun harus dilarikan ke Surabaya. ”Informasi yang saya terima, beliau diduga terpapar di RSK Mojowarno.


Kemudian, dirawat di sana, namun kemudian di rujuk ke RSKI Unair Surabaya setelah kondisinya memburuk. Beliau juga sempat dipasang ventilator, dan masuk ICU Covid-19 selama beberapa hari sebelum meninggal,’’ imbuhnya.



Pudji mengaku sangat kehilangan. Selain dikenal sebagai dokter senior di Jawa Timur, Ia juga pengurus Persi Korwil Surabaya Selatan hingga sekarang.


”Saya kenal baik dengan beliau, bahkan sudah lama saat beliau menjadi Direktur Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto,’’ imbuhnya.



Menurutnya, Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Apalagi sebagai tenaga kesehatan (nakes) yang setiap hari bersentuhan dengan pasien di rumah sakit.



Dia menilai sebagai garda terdepan harus mengedepankan kehati-hatian dalam menjalankan protokol kesehatan.


”Kita tidak pernah tahu apakah pasien yang kita tangani saat masuk rumah sakit terapapar Covid-19 atau tidak, sehingga kita harus selalu berhati -hati dalam penanganan pasien.


Tentu skrining di depan rumah sakit harus benar-benar berkualitas agar bisa menyaring mana pasien Covid-19 dan yang bukan,’’ jelas lelaki yang juga direktur RSUD Jombang ini.



Di samping itu, dalam kehidupan sehari hari baik di rumah, tempat umum dan dimanapun berada harus tetap mengedepankan kewaspadaan diri.


”Karena sebagian besar masyarakat terpapar Covid-19 juga saat berada di lingkungan rumah atau di luar tempat mereka bekerja,’’ pungkasnya.


Hingga berita ini dinaikkan, wartawan koran ini belum berhasil meminta konfirmasi kepada pihak RSK Mojowarno.


Editor : Rojiful Mamduh