Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Masjid Besar Syuhada Kesamben Bergaya Khas Demak

Rojiful Mamduh • Sabtu, 16 Januari 2021 | 00:31 WIB
JOMBANG – Masjid besar Syuhada yang terletak di Dusun/Desa/Kecamatan K
JOMBANG – Masjid besar Syuhada yang terletak di Dusun/Desa/Kecamatan K


JOMBANG – Masjid besar Syuhada yang terletak di Dusun/Desa/Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang dikenal sebagai masjid paling luas di tempat. Masjid yang berada di tengah-tengah Kecamatan Kesamben ini juga sering disebut masjid jamik.



Masjid Syuhada memiliki bangunan yang unik dengan arsitektur mirip masjid khas Demak. Ini dilihat dari model atap tumpang yang cenderung berbeda dengan masjid bergaya modern.


Kubah dibuat mirip nanas. Lokasinya mudah dicari, sekitar 100 meter ke utara dari Polsek Kesamben atau sekitar 20 meter dari Balai Desa Kesamben.



Yang paling mencolok dari masjid ini tak hanya atap yang mirip masjid Demak. Halaman masjid cukup luas mirip lapangan sepak bola. Tak hanya itu, ada menara tinggi berwarna kekuningan hingga membuat masjid ini terlihat ikonik. 



Khozin, 50 bendahara takmir masjid, menerangkan pembangunan masjid dilakukan 1994 silam oleh tokoh agama bernama H Said. ”Tanahnya milik H Said, kemudian diwakafkan untuk pembangunan masjid,’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (7/1).



Dijelaskan, masjid Syuhada awalnya dibangun secara mandiri keluarga H Said dan anaknya Nitiharjo. Kemudian untuk pengembangan masjid, dibentuklah pengurus takmir yang terdiri dari warga dan tokoh agama setempat. ”Sekarang ya dikelola bersama pengurus takmir masjid,’’ imbuhnya.



Diterangkan, nama Syuhada dalam Bahasa Arab memiliki arti sahid yang artinya berjuang di jalan Allah SWT membela kebenaran atau mempertahankan hak dengan penuh kesabaran dan keiklasan. Terutama dalam menegakkan agama Allah.


Diharapkan dengan dibangunnya masjid ini semua muslim memiki sifat sahid. ”Ini masjid jujugan salat baik musafir atau pengguna jalan dari Surabaya, Mojokerto atau Jombang,’’ papar dia.



Masjid Syuhada memiliki luas bangunan utama sekitar 20 meter persegi. Terdiri dari 12 meter persegi bangunan bagian dalam untuk solat. Uniknya, masjid ini tidak memiliki pilar atau tiang penyangga bagian tengah.


Bangunan utama langsung terdiri dari tembok kokoh dan atap model tumpang. ”Masjid ini belum pernah direnovasi sejak awal berdiri 1994, hanya dibangun menara dan gapura di depan pintu masuk yang baru selesai 2020 lalu,’’ tandasnya.


Sejak awal, lanjut dia, masjid ini dibangun oleh keluarga H Said dan berpesan agar tidak dilakukan renovasi. Apalagi sampai membongkar total bangunan utama masjid. ”Sehingga sampai sekarang kami tetap menjaga amanah yang disampaikan,’’ pungkasnya.


Editor : Rojiful Mamduh