Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ritual Sesajen Ayam Hidup

Rojiful Mamduh • Jumat, 15 Januari 2021 | 01:28 WIB
JOMBANG – Tradisi meletakan sesajen (sesaji) masih terlihat di masyara
JOMBANG – Tradisi meletakan sesajen (sesaji) masih terlihat di masyara


JOMBANG – Tradisi meletakan sesajen (sesaji) masih terlihat di masyarakat. Khususnya rombongan pengantin yang hendak melintasi jembatan. Di jembatan Ploso misalnya, rombongan pengiring sebelum melintasi jembatan, turun untuk meletakkan sesajen terlebih dahulu. Selain ayam hidup, di antara sesaji yang ditaruh ada makanan dan dupa.


”Sering dijumpai orang membakar dupa dan meletakkan sesajen,” ujar Bambang salah satu warga sekitar. Tradisi itupun disambut sukacita warga sekitar. Terkadang sesajen lengkap dengan satu ekor ayam hidup yang hendak dilempar ke sungai menjadi rebutan. ”Biasanya sampai rebutan karena yang dilempar ayam hidup,” katanya.


Dia menyebut, tradisi ini dipercaya untuk mendapat keselamatan saat menyeberangi sungai. Membuang ayam pun tak boleh sembarangan. Ayam hanya dibuang saat rombongan pengantin melewati jembatan yang di bawahnya sungai yang besar. Tradisi ini ada sejak zaman animisme dan dinamisme.


Tujuannya, agar arwah atau pengunggu sungai tidak mengganggu rombongan yang sedang lewat. .”Seperti minta izin, agar bisa selamat sampai tujuan,” pungkas Bambang.

Editor : Rojiful Mamduh