JOMBANG - Bagi pecinta lontong mie, pasti tahu keberadaan lontong mie Cak Durasim Jombang. Selain pedas, sajian hidangan ini rasanya juga sedap. Cocok dijadikan sebagai menu makan siang. Terhitung sudah 22 tahun,u lontong mie ini menyapa warga Jombang.
’’Jadi mulai jualan 1998, dulu jualnya agak ke barat atau sekitar lima meter dari sini. Baru satu tahun pindah ke sini, tetapi masih tetap di Jalan Cak Durasim,’’ kata Wahyu Ningsih, pemilik lonting mie.
Salah satu warga Kelurahan Kaliwungu ini mengungkapkan, lontong mie yang dia jual menawarkan rasa khas. Maklum, proses pengolahan bahan dilakukannya sendiri. ’’Seperti kuah saya kasih kaldu udang dan bumbu lengkap. Jadi bukan bumbu jadi, tapi diracik sendiri. Supaya segar dan semuanya juga fresh,’’ imbuhnya.
Wanita berusia 45 tahun ini menyebut, dalam sajian hidangan ini selain lontong, ada mie, kecambah, tahu, udang serta kerupuk. ’’Kecambah direbus air hangat tidak usah lama. Sementara tahunya juga bukan tahu matang, tapi saya goreng sendiri,’’ sambung Wahyu.
Untuk pembuatan mie, ia memilih mie keriting yang dibeli di pasar. Bumbu petis juga diolahnya sendiri terlebih dahulu. ’’Jadi bumbu petis saya masak dua kali. Pertama dikukus biar rasa amisnya hilang. Setelah itu saya kasih bumbu lagi,’’ ungkap dia.
Sehingga yang menjadi khas lontong mie-nya selain aroma yang sedap. Rasanya juga pedas. Ada juga tambahan sambal, lontong mie dan udang. ’’Jadi ada kombinasi antara udang dengan kerupuk,’’ paparnya.
Lontong mie ini semakin cocok jadi menu makan siang. Selain mie, dia juga menyediakan kolak sebagai pelengkap. ’’Jadi gandengannya kolak. Sejak dulu saya jualnya ya lontong mie dan kolak,’’ terang dia.
Untuk kolak dia menggunakan labu, pisang dan ubi. ’’Biar lebih pas saja, setelah makan lontong mie, sambil makan kolak,’’ ungkapnya. Santapan makan siang ini bisa dirasakan mulai setiap hari kecuali Minggu. Buka mulai pukul 11.00. “Kalau harganya satu porsi Rp 10.000. Sementara kolak Rp 5.000,’’ pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh