DI Kecamatan Ngoro juga pernah berdiri pabrik gula. Bahkan, Suiker Fabriek (SF) Ngoro merupakan pabrik gula tertua setelah SF Jombang. Sayang, tidak banyak yang tak tahu keberadaan pabrik gula ini setelah beralih fungsi menjadi pabrik kopi.
Pabrik gula ini berdiri di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Dalam buku Suikerlord 1886, disebutkan kalau SF Ngoro didirikan oleh pemiliknya, pada 1872, yakni G Lebert dengan administratur H Scherius. Kemudian 1884 berubah pemilik G Lebret dan M Dieffenbach.
Di tahun yang sama pabrik ini masih berproduksi. Namun, pada peta tahun 1929, SF Ngoro sudah tidak ada lagi. Karena perubahan fungsi dijadikan pabrik kopi untuk menampung hasil kopi Wonosalam dan sekitarnya. Seperti halnya nasib SF Sembung Perak yang juga diubah menjadi pabrik minyak jarak (djarakolie).
Kini, sisa-sisa bangunan bekas pabrik gula juga tak terlihat. Hanya tersisa pondasi bangunan yang berupa bata merah besar dan sangat kuat. Saat ini, di lokasi SF berdiri dua sekolah, yakni SDN 2 Rejoagung, SMP PGRI Ngoro dan lapangan. ”Dulu sebelum menjadi sekolah, itu pabrik kopi,” ujar Aliyah, 82, warga sekitar.
Ia mengatakan, di tempat berrdirinya sekolah itu dulu lebih terkenal sebagai pabrik kopi. Banyak yang tidak tahu, kalau dulu bangunan pabrik kopi. ”Dulu banyak kopi yang dikeringkan di sekitar pabrik itu,” kenangnya.
Lebih dari itu, keberadaan pabrik kopi membuat warga sekitar turut menanam kopi di belakang rumah masing-masing. ”Dulu itu masih ada lori yang mengangkut kopi, tapi sekarang sisa-sisa tidak ada semua,” beber dia.
Hal senada disampaikan Ahmad Kasani Kepala Desa Rejoagung, yang menyebut lokasi sekolah yang berada tepat di samping Balai Desa Rejoagung, tempat berdirinya pabrik kopi. Namun tidak banyak warga yang mengetahui soal pabrik gula. ”Ada pondasi bekas pabrik di lapangan,” sebutnya.
Beberapa masyarakat tahunya hanya berdiri pabrik kopi. ”Sampai sekarang ya terkenalnya memang pabrik kopi. Kalau pabrik gula tidak banyak yang tahu,” pungkas Kasani.
Editor : Rojiful Mamduh