JOMBANG – Sebanyak 13 climber kemarin (31/12) menjajal medan tebing Surowiti, Gresik. Kegiatan dilakukan untuk melihat kemampuan atlet dalam memanjat pada tebing sesungguhnya. Mereka didampingi dua pelatih.
”Kita berangkat dengan 13 atlet, kita panjat tebing sesungguhnya, tidak hanya pada tebing buatan yang biasanya kita pakai untuk latihan,” ungkap Moch Makhrus, pelatih Khoiriyah Climbing School.
Sebanyak 13 climber yang berangkat di antaranya Miftakul Purwindasari, Anisa, M Sentafito, Syahmatul Izza Al Ulya, Bambang Wijaya Kusuma, Miranda Indri Astri, Siti Khalimatu Syakdiah.
Selain itu, Diva Alyacasta, Nurus Sholikha, Arifin Hidayat, Achmad Djojo Permadianto, Ridho, dan Wawan. Sedangkan dua pelatih yang mendampingi adalah Makhrus dan Rokhimin. ”Ya sebagian besar putri, yang putri 7, yang 6 putra,” ungkap Makhrus.
Kegiatan berlangsung sejak Rabu (20/12) hingga Jumat (1/1). Hari pertama, 13 climber memanjat dua jalur 10 meter. Hari kedua dua jalur 15 meter, dua jalur 10 meter dan satu jalur 9 meter. ”Dan hari ini terakhir latihan boulder atau jalur pendek, kurang lebih hanya 3-4 meter, namun rintangannya lebih menantang,” bebernya.
Meski didominasi climber putri, namun perlakuannya sama, baik putra maupun putri memanjat tebing yang sama. Yang membedakan hanya pengamannya. Jika putri menggunakan pengaman atas, utra memasang pengaman dari bawah.
”Alhamdulillah, hingga hari ini semuanya sehat dan bisa mengikuti kegiatan secara keseluruhan,” tambahnya.
Persiapan sebelum memanjat tebing cukup matang, yaitu latihan tiga kali seminggu, Selasa, Rabu dan Sabtu. Biasanya latihan mulai pukul 15.00 sampai 18.00. ”Persiapan latihan fisik kita rutin seminggu tiga kali, jadi anak-anak siap semua,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh