JOMBANG – Meski sepi event, cabor tembak tetap menggelar latihan rutin. Tujuannya untuk mengasah ketajaman naluri dalam menembak.
”Latihan tidak boleh berhenti, kalau berhenti latihan tembakan bisa kacau,” ungkap Dinar Krisnandar, pelatih Jombang Shooting Club (JSC).
Dia menambahkan, menembak membutuhkan konsentrasi dan fokus penuh pada bidikan. Dan jika menginginkan hasil yang baik, latihan harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.
”Sehingga meskipun tahun ini event menembak baik itu terbuka maupun resmi sangat minim, latihan tetap dilakukan secara rutin,” bebernya.
Latihan dilakukan setiap Minggu mulai jam 09.00 hingga pukul 13.00 siang. ”Untuk lokasi biasanya di lapangan tembak Mojongapit,” imbuhnya.
Karena situasinya masih pendemi, sehingga saat latihan juga dilakukan terbatas menghindari terjadinya kerumunan. ”Kami latihan juga tertutup, kita batasi,” ungkapnya.
Selama ini, hanya sekitar tujuh anak yang aktif mengikuti pembinaan dan latihan di JSC. ”Hanya 2 putri dan 5 putra yang aktif mengikuti pembinaan dan latihan,” bebernya.
Dengan rentang usia antara tujuh sampai 15 tahun. ”Kita ada atlet putri, tapi putra lebih mendominasi,” tambahnya.
Event menembak terakhir yang diikuti adalah Baladika Open, yang diselenggarakan di Jakarta secara virtual 8 November lalu.
Salah satu penembak Jombang yang dilatih Dinar, yaitu Krisnanda Satria yang ikut dalam event tersebut. ”Hasilnya cukup bagus, Krisnanda masuk dalam 10 besar,” imbuhnya.
Krisnanda juga termasuk salah satu penembak yang diproyeksikan ke Porprov 2022. ”Krisnanda memiliki potensi yang bagus, sejauh ini kemampuannya semakin berkembang,” ungkap.
Editor : Rojiful Mamduh