JOMBANG – Kondisi salah satu jembatan di Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, beberapa hari terakhir rusak. Ini setelah abutment (konstruksi bagian bawah) jembatan ambles. Akibatnya, akses warga sekitar menjadi terganggu.
Mujtahidin salah seorang warga menuturkan, kerusakan jembatan terjadi sekitar 16 hari lalu. Akses menuju jembatan kemudian ditutup. Untuk sementara, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.
Bagian bawah jembatan ambles dan muncul retakan pada aspal. ’’Waktu air sungai tinggi, di tengah jembatan ini banyak sampah dan kayu besar yang nyangkut,’’ katanya.
Warga yang rumahnya tak jauh dari jembatan ini menyebut, air sungai tak bisa mengalir dengan lancar lantaran tersumbat sampah dan kayu berukuran besar. ’’Akhirnya bagian bawah ini ngerowok dan sampingnya ambles,’’ imbuh dia.
Saking parahnya, kerusakan jembatan hingga aspal jalan yang menutupi itu membentuk retakan setengah lingkaran.
’’Memang dulu sudah pernah rusak, kemudian diperbaiki. Sekarang rusak lagi dan tambah parah,’’ terangnya. Sehingga warga sekitar menutup akses jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Mojowarno ini.
’’Biar tidak tambah parah, kondisinya juga bahaya kalau tetap dipaksakan. Khawatir ketika ada mobil lewat langsung runtuh,’’ papar dia. Seingat dirinya, jembatan itu bangunan sangat lama. ’’Dibangun sekitar 1957, masih pakai bata merah,’’ tegas dia.
Senada disampaikan Karim warga lainnya, yang menyebut kerusakan jembatan terlihat sejak dua minggu lalu. ’’Pokoknya setelah hujan deras, di sini banjir. Banyak sampah dan pohon besar nyangkut di tengah,’’ sahut dia.
Akibatnya, akses warga sekitar menjadi terganggu. Terutama pengguna kendaraan roda empat. Mereka harus putar mencari jalan lain. ’’Sekarang ditutup, ini jalan utama penghubung ke desa lain.
Karena ditutup ya harus putar sekitar tiga kilometer,’’ sebut Ketua Karang Taruna Desa Alang-Alang Caruban ini seraya berharap jembatan segera ditangani karena akses utama warga.
Terpisah, Zuniati Kades Alang-Alang Caruban menjelaskan, kerusakan jembatan sudah dilaporkan ke Pemkab Jombang karena memang masuk jalan poros kabupaten.
Langkah itu dilakukan cepat agar jembatan yang menjadi akses utama warga ini bisa segera diperbaiki. ’’Sekarang ditutup separo, kalau mobil tidak bisa lewat. Putar lewat Dusun Karangrejo,’’ paparnya.
Untuk sementara, pihaknya masih menunggu langkah pemkab karena memang kewenangan jalan poros kabupaten. ’’Sekarang belum dapat tembusan nanti bagaimana. Ya, mudah-mudahan segera ditangani,’’ pungkas Zuniati.
Editor : Rojiful Mamduh