JOMBANG - Di Jombang selatan, warung rica-rica bebek tak asing lagi. Warung ini menyajikan bumbu berbeda, warna kuning asli dari Balikpapan. Meski begitu, masakan warung di pinggir Jl Raya Desa Tebel, Kecamatan Bareng ini tetap nikmat.
“Memang menyediakan banyak makanan berbahan daging ayam dan sapi, tapi menu andalannya daging mentok,” terang Muasih pemilik warung.
Ia mengaku telah delapan tahun terakhir menggeluti usaha warung makan ini. Menu utama yang ia sajikan daging mentok yang dimasak sangat pedas atau biasa disebut rica-rica.
“Kenapa pakai mentok, karena sensasinya beda, daging mentok itu lebih tebal sehingga kalau dimakan dengan bumbu pedas memang lebih nikmat,” lanjutnya.
Bumbu rica-rica yang dihasilkan justru berwarna kuning. Sajian ikan berkuah ini justru seperti kare ayam tapi tanpa santan. Irisan cabe kasar bisa dilihat dengan jelas.
“Ya, rica-rica di sini bumbunya kuning karena kunyit yang dominan, tapi kalau pedasnya tetap juara. Kalau tidak pedas justru tidak enak daging mentoknya,” tambah dia.
Bumbu rica-rica kuning ini disebutnya menjadi identitas warungnya. Resep itu didapat langsung dari tanah Kalimantan.
“Jadi, dulu ceritanya ada saudara datang, pingin masak daging pedas, diolah pakai bumbu dan resep dari sana, ternyata enak. Pas waktu dijual, respon pembeli ternyata juga bagus, jadi bertahan sampai sekarang,” imbuhnya.
Hal ini bisa dilihat dari kondisi warung yang terlihat tak pernah sepi. Warung yang buka sejak pagi hingga malam hari ini bisa menghabiskan 30 ekor mentok. “Kalau harganya mulai Rp 17 ribu per porsi,” pungkas Muasih.
Editor : Rojiful Mamduh