Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Buru Tikus dengan Elpiji

Rojiful Mamduh • Rabu, 16 Desember 2020 | 15:20 WIB
JOMBANG - Berbagai cara dilakukan petani untuk mengatasi serangan hama
JOMBANG - Berbagai cara dilakukan petani untuk mengatasi serangan hama


JOMBANG - Berbagai cara dilakukan petani untuk mengatasi serangan hama tikus yang mengancam benih padi.


Mulai dari menggunakan umpan makanan mengandung racun yang diletakkan di lubang tanah, memasang pagar plastik, hingga melakukan perburuan dengan menggunakan tabung gas elpiji.



Seperti yang dilakukan warga Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso. Adanya serangan hama tikus membuat warga harus berpikir keras agar benih padi tidak rusak. ”Tikus memakan benih padi yang baru saja tumbuh,” ungkap Giman, salah satu warga.



Serangan hama tikus tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama. ”Setiap hari juga ada tikus, bahkan musim tanam kemarin tikus juga menyerang tanaman padi,” lanjutnya.



Kondisi ini kembali terjadi saat musim tanam kedua. ”Sekarang sudah masuk masa tanam kedua,” lanjutnya.



Akibat serangan ini, proses pembenihan padi menjadi terganggu. Meski masih berupa benih padi, hama tikus yang menyerang persemaian sangat merugikan petani.



Bila terus terjadi, kata Giman bisa berdampak pada tanam padi yang terus mundur. Karena itu ia mengatakan, terkadang petani menggunakan tabung gas elpiji tiga kilo untuk membasmi hama tikus agar pencegahan bisa lebih maksimal. ”Kalau hanya cara ini yang bisa membunuh tikus secara langsung,” imbuhnya.



Caranya dengan menyemburkan api ke lubang tanah yang dimungkinkan menjadi tempat persembunyian tikus.


”Ujung pipa besi yang mengeluarkan api, dimasukkan ke lubang tikus. Memang sedikit repot, sebab tidak semua lubang ada tikusnya. Tapi ini paling efektif,” tambahnya.



Ia menambahkan, biasanya tikus mulai menyerang benih padi menjelang maghrib hingga esok pagi. Jumlah tikus yang keluar dari sarang menuju sawah bisa mencapai puluhan.



Sementara itu tidak hanya di wilayah Kecamatan Ploso, hama tikus yang menyerang benih tanaman padi juga terjadi di Kecamatan Ngusikan. Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, di Desa Sumbernongko hama tikus juga menyerang bibit padi yang sudah disemai.


Sumartono, salah satu petani menjelaskan, hama tikus menjadi ancaman serius. ”Mudah-mudahan benih padi yang disemai ini tidak rusak, kalau rusak ya bisa molor tanamnya,” katanya.


Editor : Rojiful Mamduh