Berawal dari iseng, Chandra, warga Dusun Pulodadi, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh berhasil mengembangkan usaha produksi sangkar burung. Setiap minggunya dia dibantu dengan sejumlah pekerja bisa menghasilkan ratusan sangkar burung.
Siang itu, terlihat sejumlah pekerja tengah sibuk mengolah kayu dan bambu di salah satu rumah industri sangkar burung. Empat pekerja tengah sibuk dengan bagiannya masing-masing.
Mulai dari memotong keyu, menghaluskan, sebagian ada juga yang tengah merakit sangkar burung. Di ruang bagian tengah, terlihat salah satu lain juga terlihat duduk di atas balok kayu dengan kayu panjang lain di tangannya.
Di bagian belakang, dua orang pekerja lain terlihat sibuk menyusun sangkar. Satu lainnya memasang jari-jari kandang. ”Ya begini setiap harinya pemandangan di sini,” terang Chandra Hidayat, pemilik usaha.
Chandra, sapaan akrabnya menjelaskan proses pembuatan sangkar burung ini memang terhitung cukup rumit. Selain bagian-bagiannya harus dibuat dengan teliti.
Bahan kayu yang dipakai bahan utama sangkar burung juga harus benar-benar kuat. ”Kalau di sini pakai kayu jati rangkanya, jeruji kandangnya pakai bambu, kenapa pakai jati? Ya biar awet saja, lebih kuat kayunya,” lanjutnya.
Mula-mula, kayu jati yang berbentuk lembaran dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan. Para pekerjaanya sudah memiliki tugas masing-masing. ”Jadi kan kayak di depan itu dipotong dulu, baru dibentuk, ada yang jadi bagian atas, rangka samping sampai hiasan-hiasannya,” imbuhnya.
Setelah itu, barulah masing-masing bagian itu dihaluskan. Penghalusan ini, dilakukan dengan tangan, kendati dibantu mesin. Satu persatu bagian kayu, harus dibersihkan dari debu dan bahan yang kasar agar terlihat cantik. ”Kalau sudah, baru nanti dibawa ke belakang itu, mulai dirakit,” sambungnya.
Perakitan, juga dilakukan pekerja yang sudah berpengalaman dan keahlian khusus. Para Pekerja tampak sangat terampil dengan mesin pemaku otomatis menyusun lembaran-lembaran kayu menjadi bentuk sangkar utuh.
”Setelah itu, baru jerujinya dipasang, kemudian finishing dan siap dikirim,” lontar Chandra. Dengan bantuan delapan karyawannya, ia menyebut bisa membuat hingga lebih dari 100 sangkar burung setiap minggunya.
Sangkar-sangkar ini, biasanya akan dikirim ke sejumlah pasar di luar Jombang. ”Pasarnya lebih banyak di luar kota memang, kalau harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Rojiful Mamduh