JOMBANG – Cabang olahraga aeromodelling menggelar pembinaan adaptasi teknik aeromodelling di SMK AL Ihsani, Kesamben, Sabtu (31/10/2020). Sebanyak 10 siswa diajari teknik baru, yaitu peralihan dari teknik TLG (throw launching glider) ke teknik DLG (disscus launching glider).
”Ini bagian dari program FASI di akhir tahun, agar anak-anak segera bisa beradaptasi dari teknik lama ke teknik yang baru,” ungkap Ari Tuntun Wibowo, pelatih Aeromodelling Jombang.
Ia menjelaskan, teknik lama aeromodeller melempar pesawat dengan gaya seperti lempar lembing. Sedangkan, teknik baru seperti lempar cakram, yaitu diorbitkan menyamping, sehingga pesawat glider bisa terbang dua kali lipat.
Ini juga bagian dari pencapaian waktu. Jika yang lama hanya 60 detik, maka menggunakan teknik yang baru bisa sampai 120 detik atau dua menit. ”Teknik melempar DLG memang menghasilkan capaian terbang dua kali lebih lama dari sebelumnya,” tambahnya.
Kemarin sebanyak sepuluh aeromodeller yang terdiri dari lima putra dan lima putri ikut pembinaan. Didampingi dengan dua pelatih magang. ”Dua pelatih ini masih sementara, nanti mereka juga berpotensi jadi pelatih daerah,” tambahnya.
Selain SMK AL Ihsani, targetnya akan ada 10 klub induk lagi yang akan diberi pelatihan serupa. Yang nantinya 10 klub induk ini akan mengembangkannya ke klub-klub yang ada di sekitarnya. ”Ini bagian dari giat penutup akhir tahun, kita ingin up grade kemampuan skill dan teknik beberapa klub yang perlu dijadikan rujukan,” tambahnya. Selain diisi dengan materi, kemarin 10 aeromodeller yang ikut juga praktik merakit pesawat sederhana. (wen/naz/jif)
Editor : Rojiful Mamduh